Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Buktikan Kualitas, Teh Mint “Laskarin” dan Sasirangan Dapat Apresiasi BNNP Kalsel
Karang Intan, INFO_PAS – Hasil karya Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan kembali menjadi sorotan. Melalui momentum kunjungan dan koordinasi bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan, Rabu (8/4), Teh Mint “Laskarin” dan kain sasirangan tampil sebagai wujud nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian.
Dalam suasana penuh kehangatan, Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, memperkenalkan sekaligus menyerahkan produk unggulan tersebut kepada Kepala BNNP Kalimantan Selatan, Brigjen Pol. Asep Taufik. Produk Teh Mint “Laskarin” dan kain sasirangan merupakan hasil pembinaan yang menitikberatkan pada pengembangan keterampilan dan kreativitas Warga Binaan.
Yugo menyampaikan produk-produk tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomis, tetapi juga mencerminkan proses perubahan positif yang dialami Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan. Teh Mint “Laskarin” dikembangkan sebagai produk herbal yang menyegarkan sekaligus bernilai jual, sementara kain sasirangan dibuat melalui proses tradisional khas Kalimantan Selatan yang sarat akan nilai budaya dan seni.
“Teh Mint ‘Laskarin‘ dan kain sasirangan adalah bukti bahwa Warga Binaan mampu berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bernilai. Ini menjadi upaya kami dalam membekali mereka dengan keterampilan bermanfaat,” terang Yugo.
Selaku Kepala BNNP Kalimantan Selatan, Brigjen Pol. Asep Taufik turut mengapresiasi hasil karya tersebut. Menurutnya, produk yang dihasilkan menunjukkan pembinaan di Lpas mampu berjalan secara optimal dan memberikan dampak positif.
“Ini adalah hasil yang sangat baik. Produk seperti ini menunjukkan Warga Binaan diberikan ruang untuk berkembang dan menghasilkan karya yang membanggakan,” puji Brigjen Pol. Asep.
Melalui pengembangan produk Teh Mint “Laskarin” dan kain sasirangan, Lapas Narkotika Karang Intan terus mendorong terciptanya pembinaan yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang bagi Warga Binaan untuk memiliki bekal keterampilan saat kembali ke tengah masyarakat.
Kontrobutor: LPN Karang Intan
What's Your Reaction?


