Warga Binaan Lapas Pangkalpinang Kembangkan Budidaya Maggot Bernilai Ekonomi
Pangkalpinang, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang latih Warga Binaan kembangkan budidaya maggot bernilai ekonomi, Kamis (19/2). Kegiatan ini dibimbing oleh peserta magang, Elisa Ratri Kristiyani, lulusan Peternakan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta. Ia melatih Warga Binaan mulai dari penetasan 3 gram telur maggot hingga menghasilkan 9,3 kilogram maggot dan 13 kilogram media bekas maggot (kasgot) dalam waktu sekitar 18 hari.
Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menyampaikan bahwa program ramah lingkungan melalui penguraian limbah organik tidak hanya berfokus pada panen maggot, tetapi juga pengembangan produk turunan bernilai tambah. Ia berharap budidaya maggot dapat melahirkan berbagai produk yang bisa dikembangkan Warga Binaan sebagai bekal usaha saat bebas nanti.
“Maggot akan kami olah menjadi maggot crispy sebagai pakan ternak, sementara sisa media kasgot dimanfaatkan dan diuji coba sebagai pupuk organik,” ungkap Sugeng.
Senada, Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengolahan Hasil Kerja, Eko Cahyono, menyampaikan bahwa budidaya maggot merupakan pembinaan keterampilan yang aplikatif dan mudah diterapkan. Pemanfaatan limbah organik menjadi pakan ternak alternatif dan pupuk organik dinilai memberi nilai ekonomi sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan.
“Kegiatan ini mengajarkan bahwa limbah jangan dilihat sebagai masalah saja, akan tetapi ada peluang yang dapat diolah menjadi produk bernilai,” jelasnya.
Sementara itu, Elisa menjelaskan bahwa budidaya maggot memanfaatkan larva lalat Black Soldier Fly/Hermetia illucens berwarna putih kecokelatan yang efektif mengurai sampah organik. Larva ini mengandung protein tinggi, sekitar 35–45 persen, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai pakan alternatif bergizi bagi ikan dan unggas.
Ia menambahkan, dalam 10–14 hari, limbah organik dapat diolah menjadi produk ramah lingkungan yang bermanfaat dan berpeluang usaha. “Budidaya maggot menjadi solusi ramah lingkungan karena mampu mengolah sisa makanan rumah tangga, limbah pertanian, dan sampah organik lainnya dengan cepat,” jelas Elisa.
Melalui budidaya maggot ini, Lapas Pangkalpinang berharap Warga Binaan memperoleh keterampilan produktif, meningkatkan kepedulian lingkungan, dan siap berwirausaha, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi saat kembali ke masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Pangkalpinang
What's Your Reaction?


