Warga Binaan Lapas Pangkalpinang Kembangkan Kebun Pare Sistem Vertikultur
Pangkalpinang, INFO_PAS – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus kembangkan program pembinaan kemandirian untuk dukung ketahanan pangan sekaligus tingkatkan keterampilan. Hal ini dibuktikan melalui budidaya pare dengan sistem vertikultur di lahan seluas 25 m2 di area Gedung Kegiatan Kerja, Senin (20/7).
Sistem vertikultur merupakan metode budidaya yang memanfaatkan ruang secara vertikal sehingga cocok diterapkan pada lahan terbatas. Pada kebun ini, pare dirambatkan menggunakan tali sebagai penyangga agar pertumbuhannya optimal serta memudahkan perawatan. Budidaya tersebut dikelola oleh dua Warga Binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pangkalpinang, Mulsa Afrianto, mengatakan bahwa pengembangan kebun pare dengan sistem vertikultur merupakan inovasi pembinaan kemandirian yang mengoptimalkan lahan terbatas di dalam Lapas. Saat ini, tanaman pare tersebut telah berusia 30 hari
"Melalui sistem vertikultur, kami mengoptimalkan lahan terbatas agar tetap produktif. Kegiatan ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan dan konsumsi internal, tetapi juga membekali Warga Binaan dengan keterampilan budidaya hortikultura," ungkap Mulsa.
Ia menambahkan, budidaya tersebut juga memanfaatkan kompos produksi Lapas Pangkalpinang berbahan Fly Ash, limbah non-B3 hasil pembakaran batu bara, sebagai media pendukung pertumbuhan tanaman.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan, S, yang bertugas menyiapkan media tanam dan melakukan perawatan tanaman mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama mengikuti program pembinaan tersebut.
"Saya belajar menyiapkan media tanam, merawat tanaman, hingga melihatnya tumbuh dan mulai berbuah. Pengalaman ini menjadi bekal yang bermanfaat bagi saya," ungkap S.
Di kesempatan yang sama, Warga Binaan lainnya, M, yang bertanggung jawab melakukan pemangkasan dan pengikatan tanaman pada tali rambat mengatakan bahwa sistem vertikultur membuat perawatan tanaman menjadi lebih mudah dan teratur.
"Dengan sistem vertikultur, tanaman lebih mudah dirawat dan pertumbuhannya lebih optimal. Kami berharap sekitar 20 hari lagi pare sudah dapat dipanen," kata M.
Melalui kegiatan ini, Lapas Pangkalpinang memperkuat program pembinaan kemandirian yang produktif, mendukung ketahanan pangan, serta memberikan bekal keterampilan bagi Warga Binaan melalui praktik pertanian yang inovatif dan berkelanjutan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Pangkalpinang
What's Your Reaction?


