Warga Binaan Lapas Pangkalpinang Sukses Budidayakan Jagung dengan Kompos Fly Ash
Pangkalpinang, INFO_PAS – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang berhasil budidayakan jagung pipil varietas hibrida Bisi Dua menggunakan kompos berbahan utama fly ash hasil olahan Lapas. Inovasi tersebut hasilkan tanaman yang tumbuh subur di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) seluas 5.000 m2 sekaligus dukung program ketahanan pangan.
Kompos yang digunakan merupakan hasil olahan Lapas Pangkalpinang dengan bahan utama fly ash, limbah nonbahan berbahaya dan beracun (non-B3) hasil pembakaran batu bara. Pemanfaatan kompos tersebut bantu tingkatkan kesuburan tanah sehingga tanaman jagung diproyeksikan siap dipanen pada akhir Juli.
Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, mengatakan budidaya jagung pipil tersebut menjadi wujud pembinaan kemandirian yang berorientasi pada produktivitas sekaligus dukung Asta Cita Presiden dan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap program pembinaan memberikan manfaat yang nyata. Budidaya jagung pipil ini menjadi bukti bahwa Warga Binaan mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas melalui kerja keras," ujar Sugeng, Rabu (8/7).
Menurut Sugeng, pembinaan tersebut juga menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan di bidang pertanian melalui pemanfaatan teknologi sederhana yang memberi nilai tambah pada hasil budidaya.
"Kami berharap hasil panen dapat dipasarkan kepada masyarakat sehingga semakin memperkuat kepercayaan publik bahwa program pembinaan di Lapas mampu melahirkan Warga Binaan yang produktif, mandiri, dan memiliki nilai ekonomi," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Mulsa Afrianto, mengatakan budidaya jagung pipil libatkan dua Warga Binaan sejak penanaman hingga menjelang panen. Selain bekali keterampilan bertani, kegiatan tersebut juga latih disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja.
"Hasil panen nantinya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan internal sekaligus dipasarkan kepada masyarakat melalui kerja sama dengan Toko Acun Aquarium mitra pemasaran hasil pembinaan," ungkap Mulsa.
Keberhasilan budidaya tersebut menunjukkan pemanfaatan fly ash hasil olahan Lapas tidak hanya dukung pertumbuhan tanaman, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif sebelum kembali ke tengah masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Pangkalpinang
What's Your Reaction?


