Wujudkan Dapur Sehat, Lapas Atambua Kirim Sampel Air dan Makanan ke Labkes Prov. NTT

Wujudkan Dapur Sehat, Lapas Atambua Kirim Sampel Air dan Makanan ke Labkes Prov. NTT

Atambua, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan bagi Warga Binaan, khususnya dalam pemenuhan hak pangan. Sebagai langkah nyata menjamin kualitas gizi dan kebersihan, pihak Lapas resmi mengirimkan sampel air dan makanan ke Laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kupang guna menjalani uji kelayakan higienis, Senin (23/2).

Langkah proaktif ini merupakan instruksi langsung dari Kepala Lapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan. Ia menegaskan pemenuhan kebutuhan makanan dan minuman yang layak adalah hak dasar Warga Binaan sesuai 15 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin ke-9 mengenai pembangunan dapur sehat di Lapas.

"Kami ingin memastikan dapur Lapas Atambua benar-benar memenuhi standar kesehatan nasional. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk membawa langsung sampel ini ke Laboratorium Dinkes Provinsi di Kupang karena fasilitas alat uji di Kabupaten Belu saat ini belum tersedia secara lengkap untuk parameter yang kami butuhkan. Ini penting agar hasil pengujian terhadap kandungan Salmonella, logam berat, dan zat kimia lainnya benar-benar akurat dan sesuai standar medis," ujar Hendra.

Proses pengambilan sampel dimulai tepat pukul 09.00 WITA oleh tim ahli Dinkes Kabupaten Belu. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Maria Sere, ini turut disaksikan oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Henok Mabilehi, guna menjamin transparansi dan akurasi data di lapangan.

Maria menjelaskan seluruh proses dilakukan sesuai protokol medis. Sampel yang diambil meliputi beberapa komponen vital konsumsi Warga Binaan, mulai dari kualitas air minum dan air pencuci baku untuk pemeriksaan bakteri E. coli, hingga menu makanan harian yang terdiri dari nasi, bubur kacang hijau, telur rebus, sayur terong, serta tahu goreng.

"Seluruh sampel tersebut kemudian dimasukkan ke wadah steril khusus sesuai Standar Operasional Prosedur kesehatan guna menjaga kemurnian parameter dan mencegah kontaminasi luar saat menjalani pengujian di laboratorium nanti," terang Maria.

Mengingat urgensi pemeriksaan, sampel tersebut segera dibawa langsung oleh petugas dapur, Cio Mendonca, menuju Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kupang. Perjalanan darat yang menempuh waktu sekitar delapan jam menggunakan mobil ini dilakukan guna memastikan sampel tiba tepat waktu dan tetap dalam kondisi stabil sebelum proses pengujian dimulai.

Pemeriksaan laboratorium ini akan menyasar berbagai parameter krusial untuk memastikan keamanan konsumsi. Pengujian tersebut mencakup aspek bakteriologis guna mendeteksi keberadaan bakteri Salmonella, dan aspek kimiawi untuk mengidentifikasi zat berbahaya maupun kandungan mineral yang melebihi ambang batas, seperti Boraks, Formalin, Besi (Fe), Mangan (Mn), dan Nitrat.

Hasil resmi dari rangkaian pengujian ini dijadwalkan keluar dalam 14 hari kerja. Data yang diperoleh akan menjadi landasan utama bagi Lapas Atambua untuk mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Lebih dari sekadar dokumen administratif, hasil uji ini menjadi komitmen berkelanjutan Lapas dalam meningkatkan mutu dapur sehat dan menjamin kualitas hidup Warga Binaan melalui standarisasi pangan yang akuntabel. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Atambua

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0