20 Tahun Berdinas, Tantangannya Overkapasitas

Balikpapan - Baru beberapa hari ini H Ismail menjabat sebagai kepala Rumah Tahanan Negara Kelas II B Balikpapan. Meski dikatakan baru, namun pengalaman bapak dari lima anak tidak diragukan lagi. Sebelum menjadi kepala Rutan Balikpapan, Ismail pernah menjabat sebagai kepala Bapas Samarinda, kemudian kepala Rutan Kelas II B Barru, selang dua tahun pindah menjadi kepala Rutan Kelas II A Samarinda selama tiga tahun. “Dari sana pindah lagi menjabat sebagai kepala Lapas Narkoba Samarinda selama dua tahun, kemudian pindah lagi ke Bapas Bone selama tiga tahun,” Ismail menerima Balikpapan Pos pekan lalu. Pria kelahiran Jeneponto, 10 September 1967, ini selalu mendapat dukungan penuh dari istri tercintanya, Hj Wiraiswari yang kesehariannya merupakan guru di SMK Negeri 1 Samarinda. Mendapat tugas dinas yang berpindah-pindah, membuat Ismail terkadang harus meninggalkan istri dan anak di Samarinda. “Ya, pastinya ninggalin keluarga saat tuga

20 Tahun Berdinas, Tantangannya Overkapasitas
Balikpapan - Baru beberapa hari ini H Ismail menjabat sebagai kepala Rumah Tahanan Negara Kelas II B Balikpapan. Meski dikatakan baru, namun pengalaman bapak dari lima anak tidak diragukan lagi. Sebelum menjadi kepala Rutan Balikpapan, Ismail pernah menjabat sebagai kepala Bapas Samarinda, kemudian kepala Rutan Kelas II B Barru, selang dua tahun pindah menjadi kepala Rutan Kelas II A Samarinda selama tiga tahun. “Dari sana pindah lagi menjabat sebagai kepala Lapas Narkoba Samarinda selama dua tahun, kemudian pindah lagi ke Bapas Bone selama tiga tahun,” Ismail menerima Balikpapan Pos pekan lalu. Pria kelahiran Jeneponto, 10 September 1967, ini selalu mendapat dukungan penuh dari istri tercintanya, Hj Wiraiswari yang kesehariannya merupakan guru di SMK Negeri 1 Samarinda. Mendapat tugas dinas yang berpindah-pindah, membuat Ismail terkadang harus meninggalkan istri dan anak di Samarinda. “Ya, pastinya ninggalin keluarga saat tugas di luar daerah. Seperti di Bone, paling tiga bulan sekali baru pulang. Karena istri juga ngajar di Samarinda, jadi tidak bisa ikut. Tapi kalau di Balikpapan ini, seminggu sekali lah pulang,” kata pria yang juga merupakan ketua Kerukunan Keluarga Besar Makassar di Samarinda ini. Menjadi kepala Rutan Balikpapan adalah tantangan tersendiri bagi Ismail. Salah satunya, mengantisipasi agar tidak terulang kasus tahanan kabur. Apa kiat sang pemimpin baru? “Selesai salat rutin memberikan kultum, selain itu perbanyak kontrol keliling dan memperbaiki maupun menambah kawat berduri,” terangnya. Menurutnya, upaya persuasif akan mengurangi tingkat stres di kalangan warga binaan. Demikian juga dengan ceramah agama secara berkala. “Saya akan berupaya membenahi apa yang kurang baik agar lebih baik, dan tetap menjalankan yang sudah berjalan dengan baik,” tandasnya. (pri/war/k1) Sumber : PROKAL.CO  

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0