25 Warga Binaan Lapas Banjarmasin Terima Sertifikat Pelatihan Olah Sampah

25 Warga Binaan Lapas Banjarmasin Terima Sertifikat Pelatihan Olah Sampah

Banjarmasin, INFO_PAS – Sebanyak 25 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terima sertifikat Pelatihan Pemanfaatan Sampah Organik dan Anorganik, Rabu (16/9). Melalui kerja sama Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pelindo Regional 3 Subregional Kalimantan dalam Program Pelita Warna, Warga Binaan memperoleh pengetahuan dan keterampilan mengolah sampah menjadi produk bernilai guna, di antaranya enam toples besar eco enzyme dan ecobrick yang diolah menjadi sofa.

Kegiatan dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Azhar, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, serta Konsultan TJSL PT Pelindo Regional 3 Subregional Kalimantan, Rafly Setya.

Pelatihan tersebut bagian dari pembinaan kemandirian yang memberi ruang bagi Warga Binaan untuk mempelajari pemanfaatan sampah organik dan anorganik agar tidak sekadar menjadi limbah, tetapi dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Pada pemanfaatan sampah organik, Warga Binaan mempraktikkan pembuatan eco enzyme hingga menghasilkan enam toples besar. Sementara itu, sampah anorganik berupa botol air mineral bekas dan plastik dimanfaatkan sebagai bahan ecobrick. Hasil ecobrick tersebut kemudian diolah menjadi sofa sebagai salah satu bentuk pemanfaatan material yang sebelumnya merupakan limbah.

Akhmad Herriansyah menilai dukungan mitra jadi bagian penting dalam memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan. Menurutnya, ilmu yang diperoleh perlu terus dikembangkan agar memberi manfaat setelah Warga Binaan kembali ke masyarakat.

“Kami mengapresiasi dukungan PT Pelindo melalui Program Pelita Warna. Kolaborasi seperti ini memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk mendapatkan keterampilan yang bermanfaat. Harapannya, apa yang mereka pelajari dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Akhmad.

Sementara itu, Azhar mengatakan pengetahuan yang diperoleh Warga Binaan dapat menjadi bagian dari langkah untuk menata masa depan.

“Ini adalah awal langkah kita untuk menuju kesuksesan. Mungkin kita sedang tersandung sehingga harus bertahan di Lapas, tetapi kita tetap harus optimis terhadap masa depan. Manfaatkan ilmu ini untuk kesuksesan ke depannya,” pesannya.

Rafly Setya berharap kerja sama melalui Program Pelita Warna dapat terus berlanjut dan mendukung peningkatan kemandirian Warga Binaan.

“Mudah-mudahan program kerja sama ini bisa berlanjut dan memberikan kontribusi bagi kemandirian Warga Binaan. Tentunya kami berharap keterampilan yang diberikan dapat menjadi bekal agar Warga Binaan bisa mandiri ke depannya,” ujar Rafly.

Bagi ES, salah satu Warga Binaan yang mengikuti pelatihan, kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan pengetahuan baru yang dapat dikembangkan setelah kembali ke masyarakat.

“Senang bisa ikut pelatihan ini dan mendapatkan sertifikat. Saya jadi tahu bagaimana sampah yang sebelumnya tidak terpakai bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Semoga ilmu ini bisa saya gunakan dan kembangkan setelah kembali ke masyarakat,” ungkap ES.

Pemberian sertifikat menjadi bentuk apresiasi terhadap proses pembelajaran yang telah dijalani 25 Warga Binaan. Sertifikat tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa mereka telah memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat terus dikembangkan. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0