Lapas Piru Kembangkan Kemandirian Warga Binaan lewat Produksi Donat dan Roti Gula
Piru, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru terus kembangkan keterampilan Warga Binaan melalui pembinaan kemandirian bidang tata boga. Bertempat di Dapur Roti Lapas Piru, Rabu (16/9), tiga Warga Binaan bersama peserta magang dan petugas memproduksi 35 donat dan 25 roti gula untuk dipasarkan melalui koperasi Lapas.
Kegiatan tersebut menjadi pembinaan keterampilan kerja yang memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk terlibat langsung dalam proses pengolahan pangan. Mulai dari persiapan bahan, pengolahan adonan, pembentukan, hingga menghasilkan produk siap dipasarkan, seluruh proses dilakukan secara bersama dengan pendampingan petugas dan peserta magang.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, mengatakan kegiatan tata boga tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk keterampilan dan pengalaman kerja Warga Binaan. “Mereka tidak hanya belajar membuat produk makanan, tetapi juga memahami proses kerja secara bertahap, mulai dari pengolahan hingga menghasilkan produk yang layak dipasarkan,” ujarnya.
Peserta magang yang mendampingi kegiatan, Thalia Soplantila, memuji antusiasme Warga Binaan selama proses produksi. “Pendampingan ini memberikan pengalaman tersendiri bagi kami. Warga Binaan cukup aktif mengikuti setiap tahapan dan saling bekerja sama agar produk yang dihasilkan selesai dengan baik,” ungkapnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial DM mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru yang dapat dikembangkan sebagai keterampilan setelah bebas. “Kegiatan ini menambah pengalaman dan keterampilan. Saya jadi lebih memahami bagaimana membuat roti dan donat dengan proses yang teratur sehingga ilmu ini bisa menjadi bekal nantinya,” tuturnya.
Di tempat terpisah, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan pihaknya akan terus mendorong pengembangan potensi Warga Binaan melalui kegiatan produktif yang memiliki nilai keterampilan sekaligus ekonomi. “Kami ingin pembinaan kemandirian di Lapas Piru menghasilkan keterampilan yang benar-benar bermanfaat. Produk Warga Binaan juga kami dorong untuk memiliki nilai ekonomi melalui pemasaran koperasi sebagai pengembangan UMKM,” ujarnya.
Melalui pembinaan berkelanjutan, Lapas Piru terus membuka ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan kemampuan sebagai bekal menuju kehidupan yang mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Piru
What's Your Reaction?


