6 MANTAN DIRJEN BERKUMPUL DI VETERAN 11, ADA APA?

Jakarta, INFO_PAS - Enam mantan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) berada di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) pada Selasa (9/9). Mereka adalah Hasanuddin, Adi Soejatno, Mardjaman, Untung Sugiyono, Sihabuddin, dan Mochamad Sueb. Kedatangan mereka ke Ditjen Pas kali ini adalah untuk berbagi pengalaman dalam acara Sosialisasi Program Napi Berkebun yang digelar di Kantor Pusat Ditjen Pas, Selasa (9/9). (baca: Jangan Pernah Kehilangan Harapan) Dalam acara ini, Hasanuddin menya
6 MANTAN DIRJEN BERKUMPUL DI VETERAN 11, ADA APA?

Jakarta, INFO_PAS - Enam mantan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) berada di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) pada Selasa (9/9). Mereka adalah Hasanuddin, Adi Soejatno, Mardjaman, Untung Sugiyono, Sihabuddin, dan Mochamad Sueb. Kedatangan mereka ke Ditjen Pas kali ini adalah untuk berbagi pengalaman dalam acara Sosialisasi Program Napi Berkebun yang digelar di Kantor Pusat Ditjen Pas, Selasa (9/9). (baca: Jangan Pernah Kehilangan Harapan) Dalam acara ini, Hasanuddin menyampaikan salah satu indikator  Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) berprestasi yaitu apabila bisa membuat narapidanya bekerja. "Pak Untung bisa jadi Dirjen karena beliau ini selalu sukses membuat napi bekerja di UPT yang dipimpinnya," paparnya. Untung Sugiyono menyampaikan kendala yang dihadapi untuk membuat narapidana bekerja. "Mereka ini menghasilkan uang, tapi harus disetorkan kepada negara sebagai PNBP (Penghasilan Negara Bukan Pajak), ini akhirnya membuat napi jadi malas bekerja," ucapnya. Mardjaman menegaskan bahwa politik kebijakan diluar Pemasyarakatan ini yang perlu diperhatikan. "Aturan mengenai PNBP inilah yang perlu diperhatikan, karena Pemasyarakatan ini spesifik, tidak bisa disamaratakan," paparnya. Sementara ini, Sihabuddin berpendapat bahwa yang paling penting adalah komitmen dari pimpinan. "Tidak ada yang tidak mungkin dikerjakan apabila ada komitmen dari pimpinan," tegasnya. Moch. Sueb menambahkan bahwa berkebun sudah menjadi salah satu ikon bekerja di dalam lapas. "Berkebun ini bisa mengajarkan banyak hal kepada napi, mandiri lahir dan batin," pungkasnya. Adi Soejatno yang terakhir membagikan pengalamannya bagaimana "membangun manusia mandiri". "Membangun manusia mandiri tidak sebatas fisik, tapi juga rohani," ungkapnya. Selain berbagi pengalaman para mantan Dirjen Pas, pada acara sosialisasi ini juga diisi dengan materi kedaulatan pangan dan nilai ekonomis pangan yang disampaikan oleh Direktur Grup Pengembangan UKM Bank Indonesia, Yunita Resmi Sari. Acara juga dirangkai dengan Penjabaran Metodologi Napi Berkebun oleh Kepala Sekolah Napi Berkebun, Kimpul. Dilanjutkan dengan sharing pengalaman dari mantan narapidana dan dilanjutkan dengan materi Filosofi dan Manfaat Berkebun yang disampaikan oleh Kepala Sekolah Akademi Berkebun Indonesia, Ida Akmal. Selain itu, ada juga materi dari Gerakan Warna Alam Indonesia dan penyampaian materi budidaya Indigofera Tinctoria (bahan pewarna alami).   Penulis: JP Budi W.

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0