Ada Oknum Sipir yang Bantu Freddy Budiman, Dirjen PAS: Kami Tindak Lanjuti

Jakarta - Polisi menyebut ada oknum pegawai Ditjen Pemasyarakatan yang diduga membantu bos narkoba Freddy Budiman melancarkan bisnisnya dari balik jeruji besi. Dirjen Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Handoyo Sudrajat mengaku akan segera merespons hal itu. "Tentu, kami akan menindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku apabila ada informasi dengan bukti yang cukup dari Polri," ucap Handoyo saat dikonfirmasi, Selasa (14/4/2015) malam. Handoyo menyatakan bahwa pihak internal Ditjen PAS akan menindak tegas siapapun pegawainya yang ikut bekerjasama dalam bisnis haram itu. Apalagi Freddy merupakan penjahat kelas kakap yang nyata-nyata masih beroperasi dari balik sel. Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Anjan Pramuka Putra mengatakan timnya tengah membidik oknum sipir yang diduga membantu Freddy. Anjan mengatakan ada 3 orang yang sedang diincar. "‎Kita periksa oknum-oknum di sana (Nusakambangan). Kita bisa tahu kenapa dia bisa gunakan p

Ada Oknum Sipir yang Bantu Freddy Budiman, Dirjen PAS: Kami Tindak Lanjuti
Jakarta - Polisi menyebut ada oknum pegawai Ditjen Pemasyarakatan yang diduga membantu bos narkoba Freddy Budiman melancarkan bisnisnya dari balik jeruji besi. Dirjen Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Handoyo Sudrajat mengaku akan segera merespons hal itu. "Tentu, kami akan menindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku apabila ada informasi dengan bukti yang cukup dari Polri," ucap Handoyo saat dikonfirmasi, Selasa (14/4/2015) malam. Handoyo menyatakan bahwa pihak internal Ditjen PAS akan menindak tegas siapapun pegawainya yang ikut bekerjasama dalam bisnis haram itu. Apalagi Freddy merupakan penjahat kelas kakap yang nyata-nyata masih beroperasi dari balik sel. Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Anjan Pramuka Putra mengatakan timnya tengah membidik oknum sipir yang diduga membantu Freddy. Anjan mengatakan ada 3 orang yang sedang diincar. "‎Kita periksa oknum-oknum di sana (Nusakambangan). Kita bisa tahu kenapa dia bisa gunakan ponsel dan laptop, ada keterlibatan oknum. 2 Orang di Nusakambangan dan 1 orang di Cipinang," kata Anjan dalam gelar perkara jaringan Freddy Budiman di ruko tempat pengemasan ekstaksi, di Mutiara Taman Palem Ruko CBD Blok A2 No 16 Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (14/4). Jaringan Freddy ini terungkap dari pengintaian penyidik Ditipid Narkoba Bareskrim Polri sejak tanggal 7 April 2015. Alhasil 50 ribu pil ekstaksi dari Belanda, 800 gram shabu dari Pakistan dan 122 lembar narkotika jenis baru CC4 dari Belgia disita polisi dari kelompok Freddy. 11 Kaki tangan Freddy kemudian ditahan, yakni Yanto, Aries, Latif, Gimo, Asun, Henny, Riski, Hadi, Kimung, Andre dan Asiong. Seorang WN Belanda bernama Laosan alias Boncel menjadi DPO penyidik Polri. Namun ternyata 3 di antara kaki tangan Freddy adalah saudara kandungnya. "Ada 3 tersangka, hubungannya adik dan kakak, salah satunya Latif. Mereka (saudara Freddy yang terlibat) ada yang mengkamuflasi pembuatan ekstaksi, ada juga yang menyimpan barang," ucap Anjan. Sementara itu, Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso menegaskan keterlibatan oknum Ditjen PAS tersebut bisa saja diseret ke ranah pidana. Namun hal ini menunggu laporan dari kepala lapas bersangkutan. "Nanti, kalau sudah dilaporkan sama kepala lapas, bisa dipidanakan. Tapi nantilah," kata Budi di lokasi yang sama. "MoU sudah ada. Kemarin kan karena ada oknum, ini sudah kita laporkan ke Kemenkum HAM untuk ada tindakan. Ke depan tidak ada lagi, karena MoU itu juga termasuk untuk memberantas narkoba ini," tambahnya.   Sumber : Detik.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0