Antisipasi Situasi Darurat, Lapas Luwuk Gelar Simulasi Bencana bersama Basarnas
Luwuk, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk gandeng Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kabupaten Banggai gelar edukasi dan simulasi tanggap darurat bencana bagi seluruh personel, Sabtu (24/1). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan petugas dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat di lingkungan Lapas.
Kegiatan yang dipusatkan di area Lapas Luwuk tersebut membekali petugas dengan pengetahuan teknis sekaligus kesiapan mental dalam menghadapi situasi darurat, mulai dari bencana alam hingga gempa bumi. Edukasi ini menjadi penting mengingat Lapas merupakan objek vital yang menampung banyak orang dan memiliki tingkat risiko tinggi apabila terjadi kondisi darurat.
Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan bahwa mitigasi bencana merupakan keterampilan wajib bagi setiap petugas Pemasyarakatan. Menurutnya, karakteristik risiko di lingkungan Lapas menuntut respons yang cepat, terukur, dan terkoordinasi agar tidak menimbulkan kepanikan, baik bagi Warga Binaan maupun petugas.
“Kami tidak boleh lengah. Sinergi dengan Basarnas Banggai adalah langkah strategis untuk memastikan setiap personel memahami apa yang harus dilakukan, siapa yang dihubungi, serta bagaimana menyelamatkan diri dan orang lain saat situasi darurat terjadi,” ujar Bahrun.
Dalam sesi edukasi, tim Basarnas Banggai memberikan materi komprehensif yang meliputi teknik evakuasi mandiri di ruang terbatas menuju titik kumpul, pertolongan pertama (first aid) bagi korban luka sebelum penanganan medis lanjutan, serta pemahaman dasar mitigasi risiko bencana.
Perwakilan Basarnas Banggai, Liberatus Fangohoi, menyambut baik inisiatif Lapas Luwuk dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana. Ia menekankan pentingnya koordinasi yang solid antara petugas Lapas dan tim SAR guna mempercepat waktu respons di lapangan.
“Basarnas merupakan lembaga negara yang bertanggung jawab dalam operasi pencarian dan pertolongan, termasuk penanganan kondisi yang mengancam keselamatan manusia. Karena itu, komunikasi dan kerja sama lintas instansi menjadi kunci utama dalam situasi darurat,” jelas Liberatus.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan. Ia menilai langkah Lapas Luwuk sebagai wujud nyata pelaksanaan instruksi pusat terkait deteksi dini dan kesiapsiagaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban, termasuk bencana alam.
“Saya mengapresiasi inisiatif Kalapas Luwuk beserta jajaran yang proaktif menjalin sinergi dengan Basarnas Banggai. Keamanan Lapas tidak hanya soal pagar dan kunci, tetapi juga kesiapan personel menghadapi kondisi force majeure,” tegas Bagus.
Kegiatan ditutup dengan simulasi evakuasi darurat yang diikuti secara antusias oleh seluruh personel. Simulasi ini menjadi bentuk uji kesiapan sekaligus penguatan sistem komando dalam menghadapi situasi bencana, guna meminimalisir risiko kerugian materiil maupun korban jiwa di masa mendatang. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Luwuk
What's Your Reaction?


