Lapas Perempuan Malang bersama Mahasiswa UIN Malang Berikan Psikoedukasi Regulasi Emosi bagi Warga Binaan
Malang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang berkolaborasi dengan mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang gelar kegiatan Psikoedukasi Regulasi Emosi dengan Metode Therapy Art Painting sebagai upaya mendukung pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan, Rabu (28/7). Kegiatan yang berlangsung di aula pembinaan tersebut diikuti puluhan Warga Binaan dengan antusias.
Melalui metode therapy art painting, peserta diajak mengekspresikan emosi, pikiran, dan pengalaman hidup melalui media lukis. Selain memberikan ruang berekspresi, kegiatan ini juga disertai penyampaian materi mengenai pentingnya mengenali, mengelola, dan menyalurkan emosi secara sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Dian Ekawaty, mengapresiasi kontribusi mahasiswa PKL UIN Malang dalam menghadirkan program pembinaan yang menyentuh aspek psikologis Warga Binaan. "Pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga pada kesehatan mental dan penguatan karakter. Melalui psikoedukasi dan terapi seni ini, kami berharap Warga Binaan makin mengenali dan mengelola emosinya dengan baik sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih positif," harapnya.
Perwakilan mahasiswa PKL Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Anugrah Citra Aroma, menjelaskan kegiatan ini dirancang untuk membantu warga binaan memahami emosi yang mereka rasakan sekaligus mengenalkan cara-cara positif dalam mengelolanya. "Art therapy painting dipilih karena menjadi media yang mudah diterima dan membantu peserta mengekspresikan emosi tanpa harus selalu diungkapkan melalui kata-kata. Kami berharap kegiatan ini memberikan pengalaman yang bermakna dan menjadi salah satu langkah dalam meningkatkan kesehatan psikologis Warga Binaan," tuturnya.
Sementara itu, salah seorang Warga Binaan, Marna, memperoleh pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut. Melukis menjadi media yang membantunya mengekspresikan perasaan yang selama ini sulit diungkapkan dengan kata-kata.
"Saya belajar bahwa emosi tidak harus dipendam, tetapi bisa disalurkan dengan cara yang positif. Melalui lukisan, saya bisa menceritakan apa yang saya rasakan tanpa harus banyak berbicara," ungkap Marna.
Melalui kolaborasi dengan dunia akademik, Lapas Perempuan Malang terus memperkuat program pembinaan yang holistik. Tidak hanya membekali Warga Binaan dengan keterampilan, tetapi juga meningkatkan kesehatan mental, pengendalian emosi, dan kesiapan mereka untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: LPP Malang
What's Your Reaction?


