Ayat Demi Ayat, Warga Binaan Lapas Tanjung Bangun Karakter lewat Tadarus Al-Qur'an

Ayat Demi Ayat, Warga Binaan Lapas Tanjung Bangun Karakter lewat Tadarus Al-Qur'an

Tanjung, INFO_PAS — Lantunan ayat suci Al-Qur'an menggema dari ruang pembinaan keagamaan saat santri Warga Binaan mengikuti Tadarus dan hafalan Al-Qur'an bersama di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung, Rabu (3/6). Kegiatan tersebut menjadi program pembinaan kepribadian yang secara rutin dilaksanakan guna memperkuat nilai spiritual dan membentuk karakter positif Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan.

Selain membaca Al-Qur'an secara bergiliran, para peserta juga menyetorkan hafalan yang telah dipelajari sebelumnya. Suasana berlangsung tertib dan khusyuk, mencerminkan kesungguhan para santri dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an.

Tadarus dan hafalan Al-Qur'an dilaksanakan secara bersama-sama dengan pendampingan langsung dari staf pembinaan, Lutfi. Ia menjelaskan pembinaan keagamaan menjadi salah satu sarana penting dalam membangun kesadaran diri dan memperkuat mental spiritual Warga Binaan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur'an, tetapi juga pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

"Melalui Tadarus dan hafalan Al-Qur'an, kami ingin membangun kebiasaan positif sekaligus memperkuat keimanan para Warga Binaan. Harapannya, nilai-nilai yang mereka pelajari menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari," harap Lutfi.

Salah seorang santri Warga Binaan, Ahmad, senang mengikuti kegiatan tersebut secara rutin. Menurutnya, Tadarus dan hafalan Al-Qur'an memberikan ketenangan batin sekaligus menambah motivasi untuk terus memperbaiki diri.

"Saya merasa lebih tenang dan lebih semangat menjalani pembinaan. Setiap hafalan yang bertambah menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan menjadi pribadi yang lebih baik," ungkap Ahmad.

Sementara itu, Kepala Lapas Tanjung, Tri Joko Wiyono, menyampaikan pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dari proses pembinaan secara menyeluruh. Ia menegaskan penguatan spiritual membantu Warga Binaan membentuk pola pikir yang lebih baik dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat.

"Pembinaan keagamaan memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan kepribadian yang lebih baik. Kami terus mendukung kegiatan positif seperti ini agar Warga Binaan memiliki bekal moral dan spiritual yang kuat," kata Tri.

Melalui pembinaan keagamaan berkelanjutan, Lapas Tanjung terus berupaya menghadirkan lingkungan pembinaan kondusif dan bernilai positif. Tadarus dan hafalan Al-Qur'an menjadi salah satu langkah nyata dalam membentuk Warga Binaan yang beriman, berkarakter, dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Tanjung

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0