Bapas Yogya Panen 400 Kg Lele Dengan Sistem Biofloc

Yogyakarta, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta memanen lele hasil program bimbingan kemandirian bagi klien dewasa, Rabu (26/9) di pelataran rumah dinas Bapas Yogyakarta. Dalam kegiatan ini, klien Bapas Yogyakarta didampingi oleh seorang instruktur bernama Suharyanto dan para Pembimbing Kemasyarakatan (PK) yang merupakan puncak dari pelatihan berkelanjutan yang telah digelar pada tanggal 26-27 Juni 2018 lalu. Selama 2,5 bulan, para klien melakukan budidaya lele di tiga kolam dengan sistem biofloc dimana satu kolam berisi 4.000 bibit ikan lele. Klien pun bertanggungjawab memberi pakan hingga ikan lele siap untuk dipanen. Hasil panen lele Bapas Yogyakarta pun mencapai 400 kilogram dengan tingkat keberhasilan 87%. Selanjutnya, hasil panen tersebut diberikan kepada para klien yang sejak awal telah mengikuti pelatihan ini. Suharyanto menjelaskan tingkat keberhasilan panen lele dengan sistem biofloc sangat tergantung dari f

Bapas Yogya Panen 400 Kg Lele Dengan Sistem Biofloc
Yogyakarta, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta memanen lele hasil program bimbingan kemandirian bagi klien dewasa, Rabu (26/9) di pelataran rumah dinas Bapas Yogyakarta. Dalam kegiatan ini, klien Bapas Yogyakarta didampingi oleh seorang instruktur bernama Suharyanto dan para Pembimbing Kemasyarakatan (PK) yang merupakan puncak dari pelatihan berkelanjutan yang telah digelar pada tanggal 26-27 Juni 2018 lalu. Selama 2,5 bulan, para klien melakukan budidaya lele di tiga kolam dengan sistem biofloc dimana satu kolam berisi 4.000 bibit ikan lele. Klien pun bertanggungjawab memberi pakan hingga ikan lele siap untuk dipanen. Hasil panen lele Bapas Yogyakarta pun mencapai 400 kilogram dengan tingkat keberhasilan 87%. Selanjutnya, hasil panen tersebut diberikan kepada para klien yang sejak awal telah mengikuti pelatihan ini. Suharyanto menjelaskan tingkat keberhasilan panen lele dengan sistem biofloc sangat tergantung dari faktor cuaca, kualitas air, dan kualitas pakan. Apalagi saat pelaksanaan budidaya lele ini tengah musim kemarau sehingga dapat memicu penyakit-penyakit tertentu bagi ikan. [caption id="attachment_65942" align="aligncenter" width="300"] panen lele[/caption] “Hal ini kami cegah dengan pemberian garam nutrisi dan antibiotik tertentu ke dalam kolam. Air juga diganti secara berkala agar tidak bau dan ikan tetap segar. Ikan diberi pakan yang berkualitas berupa pelet dan media pakan yang memiliki nutrisi yang dibutuhkan ikan untuk memicu pertumbuhan ikan selain mereka memakan floc,” jelas Suharyanto saat mendampingi panen lele. Sebagai informasi, budidaya ikan lele dengan sistem biofloc adalah suatu sistem pemeliharaan ikan dengan cara menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi mengolah limbah budidaya itu sendiri menjadi gumpalan-gumpalan kecil atau floc yang bermanfaat sebagai makanan alami ikan. “Saya tidak melihat dari hasil panennya, namun ilmu yang didapat dari pelatihan lele ini. Saya senang dan mungkin suatu saat akan saya praktikkan di rumah,” tutur Kusdwiyanto, salah satu klien Bapas Yogyakarta. Diakhir acara, lele yang dipanen dijual kepada tengkulak dan hasilnya dinikmati oleh peserta kegiatan. “Hasilnya lumayan,” tutur Agus, klien Bapas Yogyakarta lainnya.     Kontributor: Hersintia NS

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0