Barbershop Jadi Ruang Pembinaan, Warga Binaan Rutan Pelaihari Dibekali Keterampilan Kerja
Pelaihari, INFO_PAS — Keterampilan kerja menjadi modal penting bagi Warga Binaan untuk menata kehidupan setelah kembali ke masyarakat. Hal tersebut terus dikembangkan melalui kegiatan barbershop di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari sebagai pembinaan kemandirian yang berorientasi pada keterampilan praktis.
Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan berlatih mengasah kemampuan pangkas rambut. Mereka juga menerapkan kebiasaan kerja yang baik, mulai dari menyiapkan peralatan, menjaga kebersihan, memperhatikan ketelitian potongan, hingga memastikan pelayanan dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
Petugas pendamping barbershop, Dimas Aulia Ramadhan, menjelaskan keterampilan yang dipelajari perlu disertai sikap profesional agar diterapkan dalam dunia kerja maupun usaha mandiri. “Kami ingin keterampilan yang dipelajari di sini menjadi bekal nyata setelah mereka kembali ke masyarakat. Bukan hanya menguasai teknik memotong rambut, tetapi juga memahami kebersihan, pelayanan, dan tanggung jawab terhadap hasil pekerjaan,” ujarnya, Jumat (9/10).
Bagi Warga Binaan, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mempelajari kemampuan baru yang berpotensi dimanfaatkan setelah menjalani masa pidana. Melalui latihan secara bertahap, mereka mengembangkan ketelitian, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengenali peluang kerja di bidang jasa pangkas rambut.
Salah satu Warga Binaan, Reza, menyampaikan kegiatan barbershop memberinya kesempatan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan yang dapat digunakan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat. “Saya bisa belajar keterampilan pangkas rambut dan berlatih menjadi lebih teliti. Saya berharap ilmu yang didapat menjadi bekal untuk bekerja atau membuka usaha sendiri setelah bebas nanti,” harapnya.
Pembinaan kemandirian melalui barbershop menjadi salah satu upaya menghubungkan proses pembelajaran di Rutan dengan kebutuhan keterampilan di masyarakat. Meski kemampuan tersebut perlu terus diasah, pengalaman praktik yang diperoleh diharapkan membuka peluang bagi Warga Binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif. Dengan keterampilan yang relevan serta sikap kerja yang bertanggung jawab, Warga Binaan juga diharapkan memiliki bekal lebih baik untuk kembali beradaptasi dan berkontribusi positif di tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Rutan Pelaihari
What's Your Reaction?


