Barbershop Lapas Batulicin Hadirkan Pelatihan Praktis dan Peluang Usaha bagi Warga Binaan
Batulicin, INFO_PAS – Aktivitas di barbershop Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin terus berjalan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan, Selasa (9/6). Fasilitas yang baru diresmikan tersebut jadi sarana pembelajaran keterampilan sekaligus wadah Warga Binaan kembangkan kemampuan di bidang jasa pangkas rambut.
Berlokasi di area pembinaan kemandirian Lapas Batulicin, barbershop tersebut dilengkapi fasilitas yang memadai untuk menunjang proses pelatihan. Setiap hari, layanan pangkas rambut di barbershop ini rata-rata layani sekitar 10 orang, baik Warga Binaan maupun kebutuhan internal di lingkungan Lapas.
Melalui kegiatan tersebut, Warga Binaan memperoleh pengalaman praktik secara langsung, mulai dari penggunaan peralatan, teknik dasar memangkas rambut, hingga pelayanan kepada pelanggan. Program ini diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan yang bermanfaat ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, menjelaskan bahwa barbershop merupakan salah satu bentuk pembinaan yang mengedepankan keterampilan praktis dan peluang usaha mandiri.
“Kami ingin menghadirkan pembinaan yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan. Keterampilan pangkas rambut memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan sebagai usaha mandiri sehingga dapat menjadi bekal produktif setelah mereka menyelesaikan masa pidana,” ujar Harry.
Salah seorang Warga Binaan, S, yang bertugas sebagai tamping barbershop mengaku bangga dapat mengembangkan keterampilannya melalui program tersebut.
“Saya belajar banyak hal di sini, mulai dari teknik memangkas rambut hingga cara melayani pelanggan dengan baik. Keterampilan ini memberikan kepercayaan diri dan harapan baru karena nantinya bisa menjadi modal untuk mencari nafkah secara mandiri,” ujarnya.
Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian harus mampu menghasilkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Barbershop ini bukan sekadar tempat memangkas rambut, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang membentuk keterampilan, tanggung jawab, dan etos kerja Warga Binaan. Kami berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang adaptif dan berkelanjutan agar Warga Binaan memiliki bekal yang cukup untuk kembali menjadi pribadi yang produktif di tengah masyarakat,” tegas Thoha. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


