Lapas Terbuka Kendal Panen Jagung dan Kembangkan 74 Pohon Mangga Premium
Kendal, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kendal terus kembangkan lahan pertanian melalui berbagai komoditas sebagai bagian dari pembinaan kemandirian. Hal tersebut terlihat saat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Asep Kurnia, ikuti panen jagung sekaligus tinjau pengembangan mangga varietas Red Ivory dan Yuwen di lahan pertanian Lapas Terbuka Kendal, Jumat (18/9).
Dalam kegiatan tersebut, Asep Kurnia turut memetik jagung bersama jajaran dan peserta magang yang sehari-hari mengikuti berbagai aktivitas di Lapas Terbuka Kendal. Usai panen, ia melanjutkan kunjungan dengan meninjau kawasan pertanian dan melihat langsung deretan tanaman mangga Red Ivory dan Yuwen.
Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan keterlibatan langsung Sekjen Kemenimipas dalam kegiatan pertanian yang dikembangkan Lapas Terbuka Kendal.
“Bagi kami, kehadiran Bapak Sekjen dan keterlibatan langsung dalam panen menjadi dorongan yang sangat berarti. Ini menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan kemandirian yang kami jalankan mendapat perhatian dan dukungan. Kami akan terus mengoptimalkan lahan yang ada agar semakin produktif dan memberikan manfaat dalam mendukung ketahanan pangan,” ungkap Nu’man Fauzi.
Menurut Nu’man, keterlibatan jajaran dan peserta magang dalam kegiatan pertanian turut memberikan pengalaman langsung mengenai pengelolaan lahan dan proses panen. Selain tanaman pangan, Lapas Terbuka Kendal juga mengembangkan komoditas hortikultura untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan.
Saat meninjau kawasan pertanian, Nu’man menjelaskan bahwa terdapat 74 pohon mangga varietas Red Ivory dan Yuwen yang ditanam dan dikembangkan di Lapas Terbuka Kendal.
“Saat ini kami memiliki 74 pohon mangga varietas Red Ivory dan Yuwen. Kedua varietas ini kami kembangkan sebagai bagian dari upaya penganekaragaman komoditas pertanian di Lapas Terbuka Kendal,” jelas Nu’man Fauzi.
Asep Kurnia mengapresiasi pengembangan pertanian di Lapas Terbuka Kendal, termasuk budidaya mangga Red Ivory dan Yuwen.
“Panen hari ini adalah bukti bahwa lahan yang dikelola dengan baik dapat memberikan hasil yang nyata. Semangat seperti ini harus terus dijaga, karena pembinaan yang produktif akan memberikan manfaat bukan hanya bagi Warga Binaan, tetapi juga bagi masyarakat,” ujar Asep Kurnia.
Menurut Asep, pengembangan komoditas pertanian dengan memperhatikan jenis dan nilai ekonominya dapat meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperluas keterampilan dalam program pembinaan kemandirian. Ia juga mengapresiasi langkah Lapas Terbuka Kendal mengembangkan varietas mangga premium.
“Ini menarik sekali. Red Ivory dan Yuwen merupakan varietas mangga premium yang memiliki daya tarik tersendiri. Saya mengapresiasi Lapas Terbuka Kendal yang mengembangkan varietas ini,” ujar Asep Kurnia.
Pengembangan berbagai komoditas tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Terbuka Kendal optimalkan lahan pertanian. Selain jagung, kacang tanah, dan sayuran, kawasan tersebut juga dikembangkan untuk komoditas hortikultura bernilai ekonomi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Imigrasi dan Pemasyarakatan Karesidenan Semarang. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Terbuka Kendal
What's Your Reaction?


