Barbershop Lapas Piru Jadi Sarana Pembinaan Kemandirian dan UMKM Warga Binaan
Piru, INFO_PAS - Barbershop Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru kini jadi salah satu program unggulan pembinaan kemandirian yang tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi Warga Binaan. Kegiatan cukur rambut yang berlangsung pada Rabu (11/02), jadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan.
Program barbershop ini menjadi ruang belajar sekaligus praktik langsung bagi Warga Binaan dalam mengasah keterampilan cukur rambut secara profesional. Selain membekali kemampuan teknis, program ini juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan jiwa wirausaha sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Piru, Ode Mustafa, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan peluang kerja yang nyata bagi Warga Binaan.
“Barbershop ini kami kembangkan sebagai bentuk pembinaan kemandirian yang berkelanjutan. Warga Binaan tidak hanya belajar teori, tetapi langsung melayani pelanggan sehingga mereka merasakan hasil nyata dari keterampilan yang dimiliki,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hasil dari layanan barbershop turut memberikan penghasilan yang bermanfaat bagi Warga Binaan. “Program ini terbukti menguntungkan, baik secara ekonomi maupun mental, karena menumbuhkan rasa percaya diri dan kesiapan mereka untuk mandiri setelah bebas nanti,” lanjutnya.
Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program tersebut. “Ke depan, barbershop akan kami kembangkan dan kami siapkan tempat khusus di gedung serbaguna yang saat ini sedang dibangun di halaman depan Lapas. Harapannya, barbershop ini tidak hanya melayani Warga Binaan, tetapi juga masyarakat sekitar, sehingga dapat meningkatkan UMKM di lingkungan Lapas,” tuturnya.
Salah satu Warga Binaan, JS, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. “Saya jadi punya keterampilan baru dan bisa menghasilkan uang dari hasil cukur. Program ini sangat menguntungkan dan memberi harapan bagi saya untuk membuka usaha sendiri setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Melalui program barbershop ini, Lapas Piru berupaya membentuk Warga Binaan yang produktif, berdaya saing, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Piru
What's Your Reaction?


