Bekali Keterampilan Warga Binaan, Lapas Namlea dan BLK Kab. Buru Gelar Pelatihan Kemandirian Bersertifikat
Namlea, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea bersama Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Buru selenggarakan Pelatihan Kemandirian Bidang Pengelasan Tahun 2025 untuk meningkatkan kualitas kemandirian Warga Binaan. Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, bersama Kepala BLK Kabupaten Buru, Maryam Karepesina, Kamis (13/11).
“Dengan menggandeng BLK Kabupaten Buru, kami berupaya memberikan kesempatan bagi Warga Binaan untuk mengasah keterampilan teknis yang menjadi bekal setelah bebas nanti,” ujar Marasabessy.
Ia menambahkan pengelasan sebagai bidang pelatihan yang bergerak dalam keterampilan teknis di industri logam dan manufaktur ditujukan untuk melatih kompetensi Warga Binaan dalam menghasilkan produk-produk UMKM berbahan dasar logam yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Hasil dari pelatihan ini akan diakui melalui sertifikat yang dikeluarkan BLK.
“Output dari pelatihan ini begitu menjanjikan serta dapat dimanfaatkan oleh Warga Binaan untuk menciptakan keahlian baru dalam membuat kerajinan berbahan dasar besi dan logam. Tentunya skill inilah yang akan membantu kesejahteraan mereka ketika sudah bebas,” tambah Marasabessy.
Pelatihan yang melibatkan 20 peserta tersebut mendapat apresiasi dari Kepala BLK Kabupaten Buru, Maryam Karepesina. Sebagai mitra Lapas Namlea sejak lama, pihaknya akan memberikan pelatihan terbaik kepada Warga Binaan dengan menyediakan instruktur profesional dan ahli di bidangnya.
“Kami juga memiliki tujuan dan target yang sama dengan Lapas, yakni mengembangkan kompetensi dan keterampilan kerja Warga Binaan sehingga mereka siap memasuki dunia kerja atau berwirausaha secara mandiri. Kami akan memfasilitasi kegiatan sampai ini dengan selesai dengan menghadirkan instruktur berpengalaman,” tegas Maryam.
Dalam kesempatan tersebut, peserta pelatihan langsung mendapatkan pelatihan teori dari instruktur BLK Kab. Buru. Para peserta didemonstrasikan hasil-hasil karya pengelasan, seperti lemari besi, tempat bunga, teralis jendela, dan kerajinan besi lainnya. Warga Binaan juga mendapatkan praktik langsung teknik dasar dan prinsip kerja pengelasan selama 36 jam dalam 12 hari ke depan.
Pelatihan ini menjadi upaya Lapas Namlea dalam memberdayakan Warga Binaan agar mampu menghasilkan produk unggulan yang diminati masyarakat. Hal ini sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam peningkatan pendayagunaan Warga Binaan untuk menghasilkan produk UMKM. (IR)
Koontributor: Lapas Namlea
What's Your Reaction?


