Bekali Keterampilan Wirausaha, Lapas Atambua Latih Warga Binaan Jasa Cuci Kendaraan
Atambua, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua dorong Warga Binaan kuasai keterampilan kerja yang aplikatif. Salah satunya melalui pelatihan jasa cuci motor dan mobil yang melibatkan pelaku usaha lokal.
Program ini bertujuan membekali Warga Binaan dengan kemampuan teknis sekaligus menumbuhkan jiwa wirausaha. Dengan keterampilan tersebut, mereka diharapkan siap bekerja atau membuka usaha setelah bebas.
Sebagai bagian dari program asimilasi luar tembok, dua Warga Binaan tampak melayani pelanggan di area pencucian kendaraan, Jumat (20/2). Kegiatan berlangsung di bawah pengawasan petugas Didik Sukabir untuk memastikan pelaksanaan sesuai prosedur.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Andra Sukabir, menjelaskan bahwa keterlibatan pelaku usaha lokal bertujuan menjaga standar pelatihan tetap profesional.
“Kami ingin mereka memiliki standar kerja yang sama dengan jasa cuci kendaraan pada umumnya. Ini bukan sekadar mengisi waktu, tetapi upaya membangun kemandirian ekonomi. Program ini juga sejalan dengan implementasi program pemberdayaan Warga Binaan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” jelasnya.
Kepala Lapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan, menegaskan pembinaan difokuskan pada kesiapan Warga Binaan memulai hidup baru. Ia juga menyebut layanan cuci kendaraan ini terbuka untuk masyarakat dengan harga terjangkau.
“Usaha cuci kendaraan merupakan peluang yang mudah dijalankan secara mandiri. Kami berharap Warga Binaan memiliki kepercayaan diri untuk berwirausaha dan tidak bergantung pada orang lain saat bebas nanti,” ujarnya.
Tarif layanan cukup terjangkau, mulai Rp15.000 hingga Rp30.000. Meski demikian, kualitas hasil cucian tetap memuaskan pelanggan.
“Di sini kualitasnya bagus. Selain murah, hasilnya bersih dan lokasinya strategis,” kata Riko, salah satu pelanggan.

Mario, salah satu Warga Binaan yang mengikuti program, mengaku pelatihan ini memberi harapan baru baginya.
“Saya belajar ketelitian dan profesionalisme. Saya optimistis keahlian ini bisa menjadi bekal untuk membuka usaha sendiri,” ungkapnya.
Program jasa cuci kendaraan ini diharapkan terus berjalan konsisten sebagai bagian dari pembinaan kemandirian. Dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong keberhasilan reintegrasi sosial Warga Binaan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Atambua
What's Your Reaction?


