Beri Bekal Literasi, Rutan Kolaka Bina Warga Binaan Buta Aksara

Beri Bekal Literasi, Rutan Kolaka Bina Warga Binaan Buta Aksara

Kolaka, INFO_PAS – Sebagai bagian dari komitmen tingkatkan kualitas sumber daya manusia dan pembinaan kepribadian, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kolaka selenggarakan program pembinaan keaksaraan bagi Warga Binaan, Selasa (6/10). Kegiatan ini diikuti Warga Binaan yang belum dapat membaca dan menulis (buta aksara).

Kegiatan pembelajaran yang berlangsung di ruang pembinaan Rutan Kolaka ini dirancang untuk memberi pemahaman dasar mengenai pengenalan huruf, angka, serta perakitan kata dan kalimat sederhana. Program ini diikuti sejumlah Warga Binaan yang membutuhkan pendampingan dalam literasi dasar.

Proses belajar-mengajar dilakukan secara intensif oleh tenaga pengajar dari peserta MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan. Metode pembelajaran interaktif, seperti penggunaan kartu huruf dan papan tulis, membantu peserta memahami materi dengan lebih mudah.

Kepala Rutan Kolaka, Bambang Punto Herdiyanto, menyampaikan bahwa hak memperoleh pendidikan dasar tetap melekat pada Warga Binaan meskipun sedang menjalani masa pidana.

"Kemampuan baca dan tulis merupakan keterampilan dasar yang sangat krusial. Melalui program pemberantasan buta aksara ini, kami ingin memberikan kesempatan kedua bagi Warga Binaan agar memiliki bekal kemandirian dan rasa percaya diri yang lebih baik saat kembali ke masyarakat nanti," tegas Bambang.

Salah seorang tenaga pengajar dari peserta MagangHub, Gita Anatasya, menyampaikan bahwa antusiasme Warga Binaan sangat tinggi meskipun pembelajaran dimulai dari tingkat dasar. Melalui bimbingan yang sabar dan personal, para Warga Binaan kini mulai mampu mengeja dan menuliskan nama mereka sendiri.

"Progresnya sudah mulai terlihat. Semangat belajar mereka sangat tinggi. Senang sekali rasanya ketika melihat Warga Binaan yang tadinya sama sekali tidak tahu bentuk huruf, kini sudah mulai bisa mengeja dan menuliskan nama mereka sendiri. Momen-momen seperti itu yang membuat kami makin bersemangat,” ucapnya.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh salah seorang Warga Binaan, A (25), yang mengikuti kelas keaksaraan tersebut. Ia mengaku terharu karena kini mulai bisa membaca tulisan dasar.

“Dulu saya sama sekali tidak kenal huruf, kalau melihat tulisan rasanya bingung. Sekarang sedikit demi sedikit saya mulai bisa mengeja dan menuliskan nama saya sendiri. Harapan saya nanti kalau sudah bebas, saya bisa mendampingi anak-anak saya belajar di rumah,” katanya.

Melalui pembinaan kepribadian ini, diharapkan kemampuan literasi Warga Binaan di Rutan Kolaka meningkat serta menjadi modal dalam mendukung program pembinaan lainnya. (afn)

 

Kontributor: Humas Rutan Kolaka

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0