Bimbingan Klien Bapas Mataram Hadirkan Narasumber dari Polda NTB

Share:

Mataram, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Mataram menggelar bimbingan kepribadian bagi klien Pembebasan Bersyarat dan Cuti Bersyarat, Selasa (12/3). Kegiatan yang diikuti 122 klien Pemasyarakatan ini menggandeng Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat, yakni Kepala Sub Bidang Pembinaan Ketertiban, Kompol Amerun, sebagai penyampai materi.

Mengusung tema “Menjadikan Diri Lebih Baik Melalui Silaturrahmi”, narasumber menyampaikan motivasi melalui sebuah kisah mantan narapidana yang berakhir sukses usai menjalani masa pidana di lembaga pemasyarakatan (lapas). Ia juga menekankan pentingnya menanamkan dalam diri keinginan untuk berubah ke arah yang lebih baik saat kembali ke tengah-tengah masyarakat.

“Saat kembali ke tengah-tengah masyarakat, tidak sedikit klien Pemasyarakatan yang mengalami krisis kepercayaan diri karena pernah menjalani masa pidana di lapas. Tidak perlu berkecil hati karena selama memiliki keinginan untuk berubah, tidak sulit untuk mengubah cara pandang negatif tersebut,” ajak Amerun.

“Yang lalu biarlah berlalu. Sekarang mari kita mencoba hidup lebih baik dengan melakukan perubahan diri ke arah yang lebih baik,” tambahnya.

Berupaya menanamkan motivasi dalam diri klien, Amerun menyampaikan kisah tentang mantan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang sukses menjadi pengacara. Ia menceritakan bahwa saat menjalani masa pidana di lapas, WBP menerima hal tersebut sebagai sebuah ujian. Bahkan, WBP tersebut berkeinginan besar untuk bisa berkontribusi bagi orang-orang yang senasib dengannya di lapas.

“Kebetulan ia punya keterampilan di bidang peternakan dan akhirnya memiliki ide untuk mengembangkan peternakan bebek di lapas,” ungkap Amerun.

Saat ide tersebut muncul, WBP tersebut kemudian membeli tiga buah telur bebek seharga Rp. 10.000 untuk ditetaskan menggunakan mesin penetas yang dirakitnya. Singkat cerita, usahanya itu membuahkan hasil dan peternakan bebek pun berhasil dikembangkannya.

Usaha tersebut terus dilanjutkan WBP tersebut usai menjalani masa pidananya. Berkat kegigihannya, usaha ternak bebeknya pun berhasil hingga ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya dan memilih bidang hukum. WBP ini lalu memilih bidang hukum karena berkeinginan menjadi seorang pengacara karena memiliki kenangan pahit menjadi seorang narapidana.

“WBP ini akhirnya sukses menjadi seorang pengacara. Oleh karena itu, kita tidak boleh berputus asa meskipun ujian pahit menimpa kita,” pesan Amerun.

Ia menambahkan saat kembali ke tengah masyarakat penting untuk menjaga silaturahmi dengan masyarakat setempat. Caranya dengan aktif mengikuti kegiatan sosial maupun keagamaan yang ada di lingkungan tempat tinggal. Cara ini merupakan salah satu bentuk pendekatan kepada masyarakat untuk menutupi kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu serta menegaskan pada diri sendiri untuk berbuat sesuatu yang berguna bagi diri dan orang lain pun menjadi faktor penting yang tak boleh diabaikan.

“Mari berpikir untuk menutup kesalahan di masa lalu dengan berbuat positf dalam masyarakat,” pungkas Amerun.

 

 

 

Kontributor: Siti Rutmawati

Bimbingan Klien Bapas Mataram Hadirkan Narasumber dari Polda NTB | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya