Budidaya Pepaya California Lapas Piru Sukses, Perkuat Pembinaan Kemandirian dan Ketahanan Pangan

Budidaya Pepaya California Lapas Piru Sukses, Perkuat Pembinaan Kemandirian dan Ketahanan Pangan

Piru, INFO_PAS – Program pembinaan kemandirian bidang pertanian yang dijalankan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru kembali tunjukkan hasil membanggakan. Budidaya pepaya California yang dikelola bersama Warga Binaan berkembang pesat dan kini mulai memasuki masa panen dengan hasil yang menjanjikan, Selasa (9/6).

Saat ini, lebih dari 100 pohon pepaya California yang ditanam melalui program pembinaan kemandirian telah berusia sekitar 3 s.d. 6 bulan. Tanaman tersebut tumbuh dengan baik dan sebagian besar telah berbuah lebat dengan rata-rata menghasilkan sekitar 20 hingga 50 buah per pohon. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas Piru dalam memberikan pembinaan yang produktif dan bermanfaat bagi Warga Binaan.

Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, mengungkapkan pengembangan budidaya pepaya California tidak terlepas dari sejumlah tantangan yang harus dihadapi. “Kendala utama yang kami hadapi adalah kondisi kesuburan tanah yang masih perlu ditingkatkan dan harga pupuk yang relatif tinggi. Namun demikian, kami terus berupaya mencari solusi dengan memaksimalkan pengolahan lahan, pemanfaatan pupuk organik, serta perawatan tanaman secara rutin agar pertumbuhan dan produktivitas pepaya tetap optimal,” ujarnya.

Salah seorang Warga Binaan berinisial RS mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan baru selama mengikuti program tersebut. “Saya belajar mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga pemupukan. Melihat tanaman yang kami rawat bisa tumbuh subur dan berbuah lebat memberikan kebanggaan tersendiri. Ilmu ini sangat bermanfaat dan saya berharap nantinya bisa diterapkan setelah bebas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menilai budidaya pepaya California memiliki prospek yang sangat baik karena komoditas tersebut masih cukup jarang ditemukan di wilayah Piru dan sekitarnya. “Pepaya California masih tergolong langka di daerah Piru. Melihat hasil yang sudah dicapai saat ini, kami optimistis komoditas ini memiliki nilai ekonomi yang baik dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, program ini juga menjadi sarana pembinaan yang efektif untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian Warga Binaan,” katanya.

Dengan kondisi tanaman yang terus menunjukkan perkembangan positif dan buah yang makin matang, Lapas Piru menargetkan pelaksanaan panen raya pepaya California pada bulan Juli 2026. Ke depan, Lapas Piru juga berencana menambah sekitar 200 pohon pepaya California guna meningkatkan kapasitas produksi. Langkah ini diharapkan mendukung ketahanan pangan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Piru dan wilayah sekitarnya, serta makin memperkuat keberhasilan program pembinaan kemandirian yang berorientasi pada pemberdayaan dan keterampilan Warga Binaan. (IR)

 

Kontributor: Lapas Piru

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0