Budidaya Puyuh di Lapas Terbuka Kendal Hasilkan 3.000 Butir Telur Setiap Hari

Budidaya Puyuh di Lapas Terbuka Kendal Hasilkan 3.000 Butir Telur Setiap Hari

Kendal, INFO_PAS - Budidaya burung puyuh yang dikelola Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Kendal hasilkan 3.000 butir telur puyuh per hari dari total populasi 5.000 ekor burung puyuh, Selasa (9/6).

Kegiatan sepenuhnya dijalankan Warga Binaan dengan pendampingan intensif petugas Lapas. Produksi yang telah mencapai 3.000 butir per hari tersebut terus meningkat seiring semakin terampilnya Warga Binaan dalam mengelola pakan, kandang, dan kesehatan ternak.

Penanggung jawab kegiatan, Kepala Subbagian Tata Usaha, Yohanes Bosko Agung, menjelaskan tingginya minat pasar terhadap hasil produksi tersebut.

“Puji Tuhan, saat ini kami sudah menghasilkan rata-rata 3.000 butir telur puyuh per hari dan jumlahnya terus bertambah. Biasanya ada pengepul yang mengambil 50 kilogram telur puyuh setiap dua hari sekali. Sementara pesanan dari masyarakat sekitar bervariasi, mulai dari 1 kilogram, 2 kilogram, bahkan ada yang memesan hingga 20 kilogram sekaligus. Ini menunjukkan bahwa produk kami diterima dengan baik oleh pasar,” ujar Yohanes Bosko Agung.

Menurutnya, program ini tidak hanya bertujuan menghasilkan produk, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan Warga Binaan.

“Warga Binaan sangat antusias dan bertanggung jawab. Mereka belajar disiplin, kerja keras, serta manajemen usaha. Program ini memberikan bekal nyata agar mereka mandiri saat kembali ke masyarakat,” tambah Yohanes.

Hasil produksi telur puyuh tersebut diserap oleh stakeholder Lapas Terbuka Kendal, masyarakat sekitar, serta para pengepul. Penyerapan pasar yang baik memberikan nilai ekonomi bagi Lapas dan Warga Binaan.

Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, menyambut positif capaian tersebut sebagai bukti keberhasilan program pembinaan.

“Kami sangat bangga dengan hasil yang dicapai Warga Binaan melalui budidaya burung puyuh ini. Produksi 3.000 butir telur per hari serta penyerapan pasar yang baik merupakan bukti bahwa program pembinaan kami berjalan efektif. Melalui kegiatan produktif seperti ini, Warga Binaan tidak hanya mengisi waktu dengan hal positif, tetapi juga memperoleh keterampilan dan pengalaman usaha yang bermanfaat bagi masa depan mereka. Keberhasilan ini akan terus kami tingkatkatkan dan dijadikan contoh bagi program pembinaan lainnya,” kata Nu’man Fauzi.

Program budidaya burung puyuh di Lapas Terbuka Kendal menjadi salah satu model pembinaan yang mengintegrasikan aspek keterampilan, ekonomi produktif, dan reintegrasi sosial. Diharapkan model ini dapat diadopsi oleh Lapas Terbuka lainnya di Indonesia. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Terbuka Kendal

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0