Budidaya Sawi Bangkok Berhasil, Warga Binaan Rutan Perempuan Surabaya Panen 15 Kg

Budidaya Sawi Bangkok Berhasil, Warga Binaan Rutan Perempuan Surabaya Panen 15 Kg

Sidoarjo, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Perempuan Kelas IIA Surabaya memanen 15 kilogram sawi bangkok dari kegiatan pembinaan kemandirian Warga Binaan pada Senin (19/10). Hasil panen kali ini menunjukkan kualitas tanaman yang menggembirakan. Sawi tumbuh sehat dengan ukuran besar dan kondisi yang baik, mencerminkan keberhasilan proses budidaya yang dilakukan di lingkungan Rutan.

Budidaya sawi bangkok menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk mempelajari keterampilan pertanian secara langsung. Mereka terlibat dalam proses perawatan tanaman hingga pemanenan sehingga memperoleh pengalaman mengenai pengelolaan tanaman sayuran. Selain menghasilkan komoditas pangan, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk mengembangkan kedisiplinan, ketelitian, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan.

Kepala Rutan Perempuan Surabaya, Wijayanti Utami Dewi, mengapresiasi hasil panen yang berhasil dicapai. Keberhasilan tersebut menjadi indikator positif dari pembinaan kemandirian yang memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk menghasilkan sesuatu melalui keterampilan yang dipelajari.

“Panen 15 kilogram sawi bangkok dengan kondisi tanaman yang sehat dan berukuran besar merupakan hasil yang patut disyukuri. Kami ingin pembinaan kemandirian tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga memberikan pengalaman nyata bagi Warga Binaan. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dikembangkan menjadi peluang usaha dan sumber penghasilan ketika mereka kembali ke masyarakat,” harap Wijayanti.

Salah seorang Warga Binaan berinisial L mengungkapkan kebahagiaannya melihat hasil tanaman yang telah dirawat hingga siap dipanen. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga karena menyaksikan secara langsung hasil dari proses yang dijalani bersama Warga Binaan lainnya.

“Senang sekali melihat sawi yang kami rawat tumbuh besar dan sehat. Saat panen, rasanya puas karena usaha selama merawat tanaman akhirnya menghasilkan sesuatu. Saya juga jadi lebih memahami cara menanam dan merawat sayuran. Semoga ilmu ini bisa saya praktikkan lagi setelah bebas nanti,” harap L.

Pembinaan tersebut sejalan dengan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama arah kebijakan yang berkaitan dengan pemberdayaan Warga Binaan melalui kegiatan produktif dan dukungan terhadap ketahanan pangan. Hasil panen yang diperoleh menunjukkan program pembinaan dijalankan melalui aktivitas nyata yang menghasilkan produk pertanian.

Rutan Perempuan Surabaya terus mendorong pelaksanaan pembinaan kemandirian yang terarah dan berkelanjutan. Melalui kegiatan budidaya sawi bangkok, Warga Binaan mendapatkan kesempatan untuk mengasah keterampilan praktis yang menjadi modal dalam memulai kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidana. (IR)

 

 

Kontributor: Rutan Perempuan Surabaya

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0