Lapas Banjarmasin Perkuat Pembinaan dan Pelayanan Publik lewat Peresmian Tiga Fasilitas
Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terus perkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui peresmian tiga fasilitas dan program pembinaan, Senin (19/10). Fasilitas tersebut meliputi sarana pembinaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1, Pos Balai Pemasyarakatan (Bapas), dan Ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
Kegiatan ini dihadiri Erwedi Supriyatno selaku Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan, Yan Wely Wiguna selaku Kakanwil Ditjen Imigrasi Kalimantan Selatan, H. Muhammad Yamin HR selaku Wali Kota Banjarmasin, Pimpinan Cabang Bank Kalsel, dan perwakilan PT Pelindo Regional 3 Subregional Kalimantan. Hadir pula Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Banjar Raya, serta pejabat manajerial di lingkungan Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan.
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan pengembangan fasilitas tersebut merupakan komitmen untuk mengoptimalkan pembinaan kemandirian Warga Binaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah (pemda) dan jajaran Pemasyarakatan atas dukungan terhadap pengembangan fasilitas di Lapas Banjarmasin.
“Kami berkomitmen mengoptimalkan sarana pembinaan dan fasilitas pelayanan untuk memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Banjarmasin, Kakanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan, serta para tamu undangan yang berkenan hadir dan meresmikan fasilitas di Lapas Banjarmasin. Dukungan dan sinergi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan Warga Binaan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Akhmad.
Melalui pengembangan SAE 1, Lapas Banjarmasin menghadirkan sarana pembinaan kemandirian yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan produktivitas Warga Binaan. Berbagai kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan dilaksanakan sebagai media pembelajaran agar Warga Binaan memiliki bekal keterampilan yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Sementara itu, Pos Bapas dihadirkan untuk mendekatkan layanan Pembimbingan Kemasyarakatan, terutama bagi Warga Binaan yang akan memperoleh hak integrasi dan Klien Pemasyarakatan. Adapun PTSP dikembangkan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih tertib, mudah diakses, efektif, dan nyaman bagi masyarakat maupun petugas.

Kakanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan menegaskan keberhasilan pembinaan membutuhkan dukungan berbagai pihak. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra usaha telah membantu mengembangkan keterampilan Warga Binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan di Lapas Banjarmasin.
“Pembinaan Warga Binaan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi pemda, dunia usaha, dan masyarakat. Dukungan para mitra telah membantu mengembangkan keterampilan Warga Binaan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Lapas Banjarmasin. Kami berharap seluruh fasilitas dan program ini dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan sehingga Warga Binaan memiliki bekal untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab,” harap Erwedi.
Selaku Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR mengapresiasi pengembangan fasilitas tersebut. Ia berharap sarana yang diresmikan memberikan manfaat nyata bagi pembinaan Warga Binaan dan peningkatan kualitas pelayanan Pemasyarakatan.
“Kami berharap fasilitas ini memberikan manfaat nyata dalam mendukung pembinaan dan meningkatkan kualitas pelayanan Pemasyarakatan. Warga Binaan yang nantinya kembali ke masyarakat diharapkan diterima dengan baik. Karena itu, sinergi antara pemda dan jajaran Pemasyarakatan perlu terus diperkuat agar pembinaan dan pelayanan kepada masyarakat makin optimal,” pinta Yamin.
Sementara itu, Kepala Bapas Banjarmasin, Nirhono Jatmokoadi, menyampaikan penguatan layanan harus berjalan seiring dengan kesiapan kelembagaan dan kolaborasi berkelanjutan. “Pos Bapas bukan sekadar sarana pelayanan, tetapi juga ruang untuk memperkuat koordinasi dan memastikan pelaksanaan tugas Pembimbingan Kemasyarakatan berjalan lebih efektif. Menghadapi era baru hukum pidana, kesiapan institusi harus diwujudkan melalui pelayanan profesional, terintegrasi, dan berorientasi pada reintegrasi sosial,” ujarnya.
Melalui peresmian tiga fasilitas tersebut, Lapas Banjarmasin terus mendorong penguatan pembinaan kemandirian, perluasan akses layanan pembimbingan kemasyarakatan, serta peningkatan mutu pelayanan publik. Sinergi antara Pemasyarakatan, pemda, dan mitra diharapkan memastikan pembinaan berjalan secara berkelanjutan, serta mempersiapkan Warga Binaan agar kembali ke masyarakat dengan keterampilan, kemandirian, dan tanggung jawab. (IR)
Kontributor: Lapas Banjarmasin, Bapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


