Dari Kebun Hidroponik ke Dapur UMKM, Lapas Luwuk Dorong Kemandirian Warga Binaan
Luwuk, INFO_PAS – Program pembinaan kemandirian di bidang pertanian hidroponik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk kembali tunjukkan hasil positif. Pada Jumat (30/10), Warga Binaan berhasil memanen 30 bungkus selada hidroponik yang dipesan masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan bahan baku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di sekitar Lapas Luwuk.
Panen ini menjadi bukti keterampilan pertanian yang dikembangkan melalui program pembinaan tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga mulai menjangkau pasar lokal. Permintaan dari pelaku UMKM di sekitar Lapas menunjukkan hasil budi daya Warga Binaan memiliki potensi untuk dimanfaatkan secara langsung dalam kegiatan ekonomi masyarakat.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Heru Cahyono, menyampaikan hasil panen tersebut merupakan perkembangan positif dari pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan di Lapas. “Kami ingin memastikan bahwa Warga Binaan tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan dibutuhkan masyarakat. Panen 30 bungkus selada yang dipesan oleh pelaku UMKM di sekitar Lapas ini menjadi salah satu indikator bahwa hasil pembinaan mulai memiliki peluang pasar. Ke depan, kami akan terus mendorong peningkatan kualitas, kuantitas, dan kesinambungan produksi,” ujarnya.
Keberhasilan panen sebanyak 30 bungkus selada tersebut tidak terlepas dari keterlibatan aktif Warga Binaan dalam menjalankan kegiatan pertanian. Selain memperoleh keterampilan teknis, mereka juga mendapatkan pengalaman mengenai pentingnya menjaga kualitas hasil panen agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
Salah satu Warga Binaan berinisial M senang karena hasil kerja mereka mendapatkan pesanan dari masyarakat sekitar, khususnya untuk memenuhi kebutuhan usaha kuliner. Ia berharap kegiatan pertanian terus dikembangkan sehingga Warga Binaan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mempelajari keterampilan bermanfaat sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.
“Dari kegiatan ini, kami belajar bagaimana menanam sayuran dengan sistem hidroponik, merawatnya dengan baik, sampai menghasilkan panen yang bisa dimanfaatkan orang lain. Hal ini membuat kami semakin termotivasi untuk belajar dan menghasilkan produk yang lebih baik,” ungkap M.
Sementara itu, Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan pembinaan kemandirian harus menghasilkan perubahan nyata, baik dalam peningkatan keterampilan Warga Binaan maupun manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. “Kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif dan bernilai ekonomi. Ketika hasil panen mereka mulai dipesan oleh pelaku UMKM di sekitar Lapas, hal ini menunjukkan peluang untuk menghubungkan pembinaan dengan kebutuhan masyarakat,” tuturnya
Bahrun menambahkan Lapas Luwuk akan terus mendorong pengembangan program pembinaan yang berorientasi pada keterampilan, produktivitas, dan kemandirian. “Keberhasilan pembinaan tidak hanya dilihat dari kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari kemampuan Warga Binaan menghasilkan produk berkualitas dan mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidana,” tambahnya.
Melalui pengembangan pertanian hidroponik berkelanjutan, Lapas Luwuk berupaya membangun pembinaan kemandirian yang tidak berhenti pada proses belajar dan berproduksi, tetapi juga membuka kesempatan bagi Warga Binaan untuk menghasilkan karya, memenuhi kebutuhan pasar, dan mempersiapkan diri menjadi individu yang produktif ketika kembali ke tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Luwuk
What's Your Reaction?


