Kanwil Ditjenpas Maluku Wujudkan Pemasyarakatan Produktif lewat PKS Lintas Sektor
Ambon_INFO PAS – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku perkuat komitmen mendukung program ketahanan pangan melalui kolaborasi strategis dengan sejumlah pemangku kepentingan. Upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Aula Serbaguna Lembaga Pembinaan Khusus Anak Ambon pada Kamis (29/10) sebagai langkah mendorong pembinaan kemandirian Warga Binaan produktif dan berkelanjutan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengoptimalkan program ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan. Ia menyampaikan program ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan dan kemandirian Warga Binaan.
“Ketahanan pangan harus menjadi pembinaan yang memberikan manfaat nyata. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan, pengalaman, serta bekal kemandirian agar siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ujar Ricky.
Penandatanganan PKS melibatkan BRMP Maluku, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, BPVP, dan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat dukungan teknis, pengembangan kompetensi, dan pendampingan dalam pelaksanaan program ketahanan pangan.
Kepala BRMP Maluku, Gunawan, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan kegiatan pertanian di lingkungan Pemasyarakatan melalui penerapan teknologi dan praktik pertanian yang sesuai dengan potensi daerah. “Kami berharap kerja sama ini mendorong penerapan teknologi pertanian tepat guna, meningkatkan produktivitas, dan menjadikan kegiatan pertanian sebagai sarana pembelajaran bagi Warga Binaan,” harapnya.
Dari sektor ketahanan pangan, Elisabeth Tan dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku menekankan pentingnya pemanfaatan potensi pangan lokal serta peningkatan pemahaman mengenai konsumsi pangan yang beragam dan bergizi. Sementara itu, Kepala BPVP, Yustianto, mendorong penguatan keterampilan praktis agar Warga Binaan memiliki kompetensi yang dapat dimanfaatkan untuk membangun kehidupan mandiri setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Dukungan akademisi juga menjadi bagian penting dalam kerja sama ini. Jeter Donald Siwalette dari Universitas Pattimura menyampaikan perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui penerapan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pendampingan. “Sinergi ini diharapkan menghadirkan program ketahanan pangan yang terarah, sesuai kebutuhan lapangan, dan berkelanjutan,” ucapnya.
Melalui kerja sama lintas sektor ini, Kanwil Ditjenpas Maluku berupaya memperkuat pembinaan kemandirian yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga pada kesiapan Warga Binaan untuk berintegrasi kembali dengan masyarakat. Kolaborasi antara instansi pemerintah, lembaga pelatihan, dan perguruan tinggi diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan program ketahanan pangan yang produktif, berdaya guna, serta memberikan kontribusi nyata bagi Pemasyarakatan dan masyarakat Maluku. (IR)
Kontributor: Kanwil Ditjenpas Maluku
What's Your Reaction?


