Dari Keterampilan Jadi Pelayanan, Barbershop Lapas Batulicin Dorong Potensi Warga Binaan
Batulicin, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin terus bina keterampilan Warga Binaan melalui layanan barbershop di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), area Pujaser. Melalui kegiatan ini, keterampilan memangkas rambut diterapkan menjadi pelayanan yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan Lapas.
Pada Senin (2/11), dua Warga Binaan terlibat langsung sebagai pemangkas rambut dengan mengoperasikan peralatan dan melayani kebutuhan pelanggan. Mereka menerapkan teknik pemotongan rambut dengan memperhatikan ketelitian dan detail sesuai permintaan.
Kemampuan tersebut terlihat dari hasil cukuran yang rapi dan menarik. Praktik secara langsung menjadi kesempatan bagi keduanya untuk mengasah teknik, meningkatkan konsistensi hasil, dan membangun tanggung jawab dalam memberikan pelayanan. Layanan ini memberikan kemudahan bagi Warga Binaan untuk menjaga kerapian penampilan sekaligus menjadi wadah penerapan keterampilan yang telah dikembangkan.
Petugas Lapas Batulicin, Milian Syuhada, menyampaikan barbershop tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan perawatan diri Warga Binaan, tetapi juga memperlihatkan penerapan keterampilan dalam kegiatan produktif. Pelayanan tersebut menjadi bukti kemampuan yang diasah memberikan manfaat bagi orang lain.
“Barbershop ini memberikan manfaat bagi Warga Binaan karena keterampilan memangkas rambut dapat diterapkan langsung melalui pelayanan. Selain membantu menjaga kerapian penampilan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi para pemangkas untuk terus mengasah kemampuan dan meningkatkan kualitas hasil cukuran,” ujar Milian.
Salah seorang Warga Binaan, W, mengungkapkan kegiatan barbershop memberinya kesempatan untuk mengembangkan keterampilan melalui praktik langsung. Ia merasa kemampuan yang dimilikinya makin terasah sekaligus dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan.
“Saya bisa mengembangkan keterampilan memangkas rambut dengan praktik secara langsung. Saya juga belajar meningkatkan ketelitian dan kualitas hasil cukuran agar memberikan pelayanan terbaik sehingga keterampilan ini menjadi bekal berharga ketika kembali ke masyarakat,” ungkap W.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menilai barbershop menjadi salah satu sarana untuk memperlihatkan potensi Warga Binaan melalui keterampilan yang diterapkan dalam pelayanan. Ia mendorong agar kegiatan tersebut terus dikembangkan sehingga kemampuan yang dimiliki makin terasah dan memberikan manfaat nyata.
“Kami ingin keterampilan yang dimiliki Warga Binaan tidak berhenti pada tahap pembelajaran, tetapi diterapkan melalui kegiatan produktif, seperti barbershop. Dengan memberikan pelayanan secara langsung, mereka meningkatkan kemampuan, membangun rasa tanggung jawab, dan mempersiapkan bekal keterampilan untuk kehidupan setelah kembali ke masyarakat,” tegas Thoha.
Melalui barbershop SAE, Lapas Batulicin hadirkan ruang bagi Warga Binaan untuk mengubah keterampilan menjadi pelayanan yang bermanfaat. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan potensi dan kemampuan Warga Binaan dalam mempersiapkan diri menuju kehidupan yang lebih mandiri. (IR)
Kontributor: Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


