Dari Lapas Perempuan Malang, Donor Darah Jadi Ruang Pemasyarakatan Berbagi
Malang, INFO_PAS - Bagi sebagian orang, jarum suntik mungkin menjadi hal yang dihindari. Namun, bagi puluhan petugas di lingkungan Pemasyarakatan Malang, jarum tersebut adalah jembatan untuk menyambung harapan hidup sesama. Kamis (16/4), Aula Kartini Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang jadi saksi bisu sebuah aksi heroik.
Kegiatan donor darah gabungan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62. Bukan sekadar seremoni perayaan, aksi ini merupakan sinergi nyata antara Lapas Perempuan Malang, Lapas Kelas I Malang, dan Bapas Kelas I Malang, yang bekerja sama Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang.
Misi utamanya sederhana namun mulia agar Pemasyarakatan benar-benar bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas. Awalnya, panitia menetapkan kuota sebanyak 50 kantung darah. Namun, semangat berbagi para petugas ternyata jauh lebih besar dari yang diperkirakan.
Antrean pegawai yang datang dengan sukacita membuat kuota tersebut terpenuhi dengan sangat cepat. Suasana aula yang biasanya tenang berubah menjadi penuh energi positif, di mana para abdi negara ini rela menyisihkan waktu dan "setetes darah" mereka demi misi kemanusiaan.
Salah satu momen menarik terekam dari testimoni Selvi, seorang pegawai dari Lapas Perempuan Malang. Sambil duduk santai di kursi donor, ia berbagi pengalamannya dengan wajah ceria.
"Donor darah itu sama sekali tidak sakit. Sebaliknya, saya malah merasa senang karena tahu bahwa darah ini bisa berbagi dan membantu orang lain yang membutuhkan. Rasanya lega," ungkap Bu Selvi sembari tersenyum.
Hal senada diungkapkan oleh Monic, perawat Lapas Perempuan Malang yang mengawal jalannya kegiatan. Ia menekankan bahwa melalui kegiatan seperti ini, wajah Pemasyarakatan yang humanis makin terlihat nyata.
"Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan secara rutin. Ini adalah cara Pemasyarakatan membantu masyarakat yang membutuhkan suplai darah di rumah sakit. Kami ingin kehadiran kami benar-benar dirasakan manfaatnya," ujar Monic penuh harap.
Kolaborasi dengan PMI Kota Malang memastikan setiap tetes darah yang terkumpul dikelola dengan standar medis terbaik untuk segera disalurkan. Aksi gabungan ini menjadi kado indah di hari jadi Pemasyarakatan yang ke-62.
Melalui acara ini, petugas di Malang membuktikan bahwa tugas mereka bukan hanya menjaga gerbang dan melakukan pembinaan di dalam, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam aksi sosial. Karena pada akhirnya, setetes darah yang diberikan mungkin menjadi sejuta harapan bagi mereka yang sedang berjuang untuk sembuh. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Perempuan Malang
What's Your Reaction?


