Dari Lapas Narkotika Karang Intanuntuk Ketahanan Pangan, Warga Binaan Antusias Ikuti Pelatihan Pembuatan Tempe
Karang Intan, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan laksanakan pelatihan pembuatan tempe bagi Warga Binaan, Minggu (9/11). Kegiatan ini menjadi bentuk nyata pembinaan kemandirian yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan pangan berkelanjutan di lingkungan Lapas.
Pelatihan yang digelar di area Wahana Asimilasi dan Edukasi 1 Lapas Narkotika Karang Intan ini terselenggara atas kerja sama dengan Yayasan Ruang Pengembangan Mandiri (RPM). Kegiatan menghadirkan dua instruktur RPM yang memberikan pelatihan teori sekaligus praktik langsung mulai dari pemilihan bahan baku, proses perendaman kedelai, fermentasi, hingga pengemasan produk siap konsumsi.
Kegiatan berlangsung dibawah pengawasan Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Pengelolaan Hasil Kerja, Ferry Maydani, dan staf, Rija Aswadi Bahri, guna memastikan pelaksanaan berjalan tertib, aman, dan sesuai standar kebersihan. Suasana kegiatan tampak antusias, Warga Binaan bersemangat mengikuti setiap tahapan dan aktif berdiskusi dengan para instruktur.
Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam menyiapkan Warga Binaan agar memiliki keterampilan produktif dan bernilai ekonomi. “Tempe merupakan produk pangan bergizi dan mudah dipasarkan. Dengan pelatihan ini, kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan bermanfaat dan menjadi modal usaha mandiri ketika mereka kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Harsun dari Yayasan RPM menyampaikan apresiasinya terhadap semangat Warga Binaan. “Kami sangat senang melihat antusiasme para peserta. Pelatihan ini bukan sekadar mengenalkan cara membuat tempe, tapi juga menumbuhkan nilai-nilai kemandirian dan tanggung jawab. Kami berharap keterampilan ini menjadi bekal hidup produktif setelah bebas nanti,” harapnya.
Salah satu Warga Binaan peserta pelatihan, AR, juga mengungkapkan rasa senangnya dapat mengikuti kegiatan tersebut. “Saya baru tahu ternyata membuat tempe tidak sesulit yang saya bayangkan. Dengan belajar seperti ini, saya merasa punya harapan baru untuk berusaha setelah keluar nanti. Terima kasih sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk belajar hal bermanfaat,” tuturnya.
Kegiatan berjalan lancar, tertib, dan didokumentasikan sebagai bagian dari laporan pembinaan kemandirian di Lapas. Melalui pelatihan ini, Lapas Narkotika Karang Intan terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program Pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan berorientasi pada kemandirian, sejalan dengan visi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kontributor: LPN Karang Intan
What's Your Reaction?


