Dari Pembinaan Kepribadian ke Kemandirian, Lapas Cipinang Siapkan Bekal Warga Binaan
Jakarta, INFO_PAS – Puluhan Warga Binaan yang tengah mengikuti masa Admisi dan Orientasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang kembali mendapatkan penguatan pelatihan lanjutan, Selasa (20/1). Setelah sebelumnya dikenalkan dengan pembinaan kepribadian, para Warga Binaan baru kini diperkenalkan dengan program pembinaan kemandirian sebagai tahapan awal pembinaan Pemasyarakatan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh kepada Warga Binaan baru mengenai berbagai program kemandirian yang tersedia di Lapas Kelas I Cipinang. Mereka diberikan pemahaman tentang keterampilan, pelatihan kerja, pelatihan kejuruan, hingga unit-unit produksi sebagai sarana pembekalan keahlian dan pembentukan etos kerja selama menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menekankan pentingnya pelatihan kemandirian sejak masa admisi merupakan bagian penting dari strategi pelatihan yang berfokus pada perubahan perilaku dan kesiapan reintegrasi sosial. “Pembinaan di Lapas Kelas I Cipinang kami rancang berjenjang. Setelah Warga Binaan memahami nilai, sikap, dan disiplin melalui pelatihan kepribadian, mereka perlu dikenalkan sejak awal dengan pelatihan kemandirian agar memiliki gambaran yang jelas tentang bekal keterampilan yang bisa mereka peroleh,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Sarana Kerja, Andi Nazmussaqib, menjelaskan pengetahuan pelatihan kemandirian pada masa admisi bertujuan menumbuhkan motivasi dan kesiapan Warga Binaan untuk mengikuti pelatihan secara aktif dan berkelanjutan. “Kami ingin Warga Binaan baru memahami masa pidana adalah proses pembelajaran. Melalui pelatihan kemandirian, mereka memiliki kesempatan mengembangkan keterampilan kerja yang relevan dan bermanfaat sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan memulai berbagai pembinaan sektor kemandirian yang dikelola Lapas Kelas I Cipinang, antara lain unit budidaya ikan air tawar, unit batik tulis, unit industri kreatif, unit menjahit, unit sablon, unit café corner , unit napi berkebun, unit pangkas rambut, unit penatu, unit pengolahan limbah karet, unit pengolahan sampah, unit perbengkelan, unit perkayuan, unit kuliner, unit saber air, unit pembuatan roti, unit kerajinan CNC, dan keahlian vokasional lainnya. Selain itu, Warga Binaan juga mendapatkan penjelasan mengenai alur seleksi dan mekanisme keikutsertaan dalam program pelatihan kemandirian.
Salah satu Warga Binaan baru, SYF, menyampaikan pengenalan pelatihan kemandirian membuatnya lebih memahami arah pelatihan yang akan dijalani. “Setelah dijelaskan dari awal, saya jadi tahu apa saja kesempatan yang bisa diikuti. Ini membuat saya lebih termotivasi untuk berubah dan memanfaatkan waktu di sini sebaik mungkin,” ujarnya.
Melalui pengenalan kemandirian pelatihan sejak masa Admisi dan Orientasi, Lapas Kelas I Cipinang menegaskan komitmennya menghadirkan Sistem Pemasyarakatan yang terencana, berjenjang, dan berorientasi pada hasil. Upaya ini sejalan dengan semangat Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mempersiapkan Warga Binaan agar memiliki keterampilan, sikap mandiri, dan kesiapan sosial ketika kembali ke tengah masyarakat. (IR)
Kontributor : Lapas Kelas I Cipinang
What's Your Reaction?


