Diversi di Polres Tabalong, PK Bapas Amuntai Tegaskan Pentingnya Pemulihan Psikologis Anak
Tanjung, INFO_PAS — Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Muda Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Amuntai, Ideham, tegaskan pentingnya pemulihan kondisi psikologis dan masa depan anak dalam proses diversi yang dilaksanakan di Kepolisian Resor (Polres) Tabalong, Kamis (7/5). Dalam forum diversi tersebut, PK menekankan bahwa baik anak pelaku maupun anak korban sama-sama membutuhkan perhatian dan pemulihan agar tidak mengalami trauma berkepanjangan di kemudian hari terlepas dari berhasil tidaknya proses diversi tersebut.
Ideham mengatakan pendekatan restoratif dalam perkara anak harus mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak. Menurutnya, anak merupakan generasi penerus bangsa yang masih memiliki kesempatan besar untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
“Anak adalah generasi penerus bangsa sehingga sudah sepatutnya kita semua berupaya memulihkan kembali jiwa dan raganya, baik anak pelaku maupun anak korban. Jangan sampai proses hukum justru meninggalkan trauma yang membekas bagi kehidupan mereka di masa depan,” ujar Ideham.
Fasilitator diversi dari Polres Tabalong, Bambang Hermanto menyampaikan musyawarah diversi dilaksanakan sebagai penyelesaian perkara anak secara humanis dan mengedepankan perdamaian antarpihak. “Diversi bukan sekadar menyelesaikan perkara, tetapi bagaimana menghadirkan rasa keadilan, tanggung jawab, dan pemulihan bagi seluruh pihak yang terlibat, khususnya anak,” ungkapnya.
Sementara itu, orang tua anak pelaku, MSD, menyampaikan terima kasih kepada PK yang telah memberikan saran terbaik kepada anaknya untuk menyadari kesalahan dan memperbaiki diri. “Kami sebagai orang tua sangat bersyukur karena anak kami masih diberikan kesempatan diarahkan menjadi lebih baik. Kami juga akan lebih meningkatkan pengawasan dan perhatian kepada anak,” tuturnya.
Terpisah, Kepala Bapas Amuntai, Subiyanto turut mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam pelaksanaan diversi tersebut. Ia menegaskan penyelesaian perkara anak harus mengutamakan masa depan anak dibandingkan pembalasan.
“Kami akan terus hadir mengawal proses diversi secara profesional dan humanis. Pendekatan pemulihan menjadi hal penting agar anak tetap tumbuh, berkembang, dan kembali diterima di lingkungan sosialnya,” tegas terang Subiyanto.
Adapun capaian dari kegiatan tersebut, yakni terlaksananya musyawarah diversi secara kondusif dengan seluruh pihak diberikan kesempatan menyampaikan pendapat, terbangunnya komunikasi yang baik antara pihak terkait, serta menguatnya komitmen bersama untuk mengedepankan pemulihan psikologis dan masa depan anak melalui pendekatan keadilan restoratif. (IR)
Kontributor: Bapas Amuntai
What's Your Reaction?


