Dukung Program Pendidikan Kesetaraan, Lapas Cipinang Hadirkan Kursus Bahasa Jepang
Jakarta, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus memperkuat pelatihan pendidikan melalui penyelenggaraan kursus bahasa Jepang bagi Warga Binaan, Rabu (4/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Kerja Nyata Tahun 2026 dalam mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada program Pendidikan Kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan.
Kursus bahasa Jepang tersebut diikuti puluhan Warga Binaan yang juga tercatat sebagai peserta pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C. Menariknya, pengajar dalam kegiatan ini merupakan salah satu Warga Binaan yang memiliki pengalaman tinggal dan bekerja secara profesional di Jepang, sehingga materi pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga kontekstual dan aplikatif.
Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa penguatan pendidikan, termasuk penguasaan bahasa asing, merupakan bagian penting dari pelatihan yang berorientasi pada masa depan Warga Binaan.
“Kursus bahasa Jepang ini kami dorong sebagai pelatihan yang positif dan produktif. Lapas harus mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki Warga Binaan secara optimal, termasuk melibatkan mereka yang memiliki keahlian sebagai pengajar secara sukarela. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan, kepercayaan diri, dan kesiapan Warga Binaan menghadapi kehidupan setelah kebebasan,” tegas Wachid.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan Lapas Cipinang, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa kursus bahasa Jepang bersifat inklusif dan terbuka bagi Warga Binaan lainnya, tidak terbatas hanya pada peserta program kesetaraan.
“Kursus dilaksanakan di Aula Bina Insan dan tidak dipungut biaya. Kami membuka ruang kolaborasi agar Warga Binaan dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman secara positif sebagai bagian dari proses pembinaan,” jelas Iwan.

Pengajar kursus bahasa Jepang, Warga Binaan berinisial KH, menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi sukarela sekaligus bagian dari pelatihan dirinya. “Saya pernah lama tinggal di Jepang, sehingga ingin membagikan pengetahuan bahasa dan budaya yang saya miliki. Mengajar secara sukarela ini menjadi proses pembelajaran juga bagi saya, sekaligus membantu teman-teman Warga Binaan agar memiliki bekal keterampilan tambahan,” ungkapnya.
Melalui penguatan pendidikan kesetaraan berbasis keterampilan bahasa asing, Lapas Cipinang menegaskan komitmennya menghadirkan pelatihan yang profesional, berkelanjutan, dan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Warga Binaan. Upaya ini diselaraskan dengan arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 melalui semangat Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Cipinang
What's Your Reaction?


