Dukungan Ketahanan Pangan, Warga Binaan Lapas Kelas I Cipinang Hasilkan Ratusan Telur Ayam dari Kandang Asimilasi
Jakarta, INFO_PAS – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang dalam membangun Warga Binaan yang produktif terus diwujudkan melalui program pembinaan kemandirian berbasis peternakan. Melalui unit peternakan ayam petelur, Lapas Kelas I Cipinang hasilkan ratusan butir telur setiap pekan sekaligus menjadi sarana pembelajaran keterampilan kerja yang mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, menegaskan pembinaan kemandirian harus memberikan manfaat nyata, baik bagi proses pembinaan maupun peningkatan kompetensi Warga Binaan. Keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari kemampuan menghadirkan kompetensi yang memiliki nilai ekonomi dan dapat diterapkan secara nyata.
"Pembinaan yang baik adalah pembinaan yang menghasilkan. Melalui peternakan ayam petelur, Warga Binaan tidak hanya belajar teknik beternak, tetapi juga membangun disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja. Inilah bekal yang kami harapkan menjadi modal ketika mereka kembali ke masyarakat," ujar Syarpani, Rabu (1/7).
Sementara itu, Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Lis Susanti, menjelaskan unit peternakan menjadi salah satu program unggulan pembinaan kemandirian yang mengintegrasikan pelatihan keterampilan dengan produktivitas. Hasil panen telur tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan internal dan dipasarkan ke pihak ketiga sebagai pengembangan produk hasil pembinaan Warga Binaan.
"Warga Binaan terlibat langsung dalam seluruh proses, mulai dari perawatan ayam, pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang, hingga proses panen dan penanganan hasil. Dengan demikian, mereka memperoleh pengalaman kerja yang utuh sekaligus memahami pengelolaan usaha peternakan secara sederhana," jelas Lis.
Salah seorang Warga Binaan, AR, memperoleh banyak pengalaman selama mengikuti pembinaan. "Awalnya saya tidak memiliki pengetahuan tentang beternak ayam petelur. Di sini saya belajar mulai dari merawat ayam sampai menghasilkan telur yang layak dipasarkan. Saya berharap ilmu ini menjadi bekal untuk membuka usaha setelah bebas nanti," ungkapnya.
Program tersebut menjadi implementasi nyata 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Pemasyarakatan. Selain menghasilkan produk pangan, kegiatan ini membekali Warga Binaan dengan keterampilan beternak yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.
Melalui pembinaan kemandirian berbasis peternakan, Lapas Kelas I Cipinang terus membuktikan proses Pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembinaan karakter, tetapi juga pada peningkatan kompetensi dan kemandirian ekonomi. Semangat tersebut menjadi wujud nyata Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA dalam membangun Warga Binaan produktif, terampil, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Kelas I Cipinang
What's Your Reaction?


