Evaluasi APBI 2026, Lapas Tolitoli Perkuat Budaya Integritas dan Pelayanan Publik
Tolitoli, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli ikuti Evaluasi Anugerah Pembangunan Budaya Integritas (APBI) Tahun 2026 secara daring melalui aplikasi Zoom, Selasa (20/10), pukul 13.30 WITA. Kegiatan berlangsung di Aula Lapas Tolitoli.
Kegiatan ini diikuti Kepala Lapas Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, Ketua dan Sekretaris Tim Zona Integritas, pejabat struktural, staf, serta operator.
Evaluasi APBI Tahun 2026 jadi momentum Lapas Tolitoli memperkuat budaya integritas, mengoptimalkan pelaksanaan Zona Integritas, serta meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan, Lapas Tolitoli terus perhatikan ketersediaan fasilitas bagi masyarakat dan pengguna layanan. Fasilitas tersebut meliputi area parkir, fasilitas ramah penyandang disabilitas, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), serta sarana pendukung lainnya untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, dan aksesibilitas bagi pengguna layanan.
Selain sarana dan prasarana, Lapas Tolitoli juga kembangkan inovasi pelayanan melalui SILINMAS UDARA untuk hadirkan layanan yang mudah dijangkau, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Inovasi ini bentuk komitmen dalam mengembangkan pelayanan publik sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.
Mansur Yunus Gafur tegaskan bahwa pembangunan budaya integritas tidak hanya diwujudkan melalui pemenuhan dokumen administrasi, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku aparatur, kualitas fasilitas, inovasi layanan, dan kepuasan masyarakat.
"Seluruh jajaran harus berkomitmen menjaga integritas, meningkatkan disiplin, memberikan pelayanan tanpa diskriminasi, serta memastikan fasilitas dan inovasi layanan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat," tutur Mansur.
Sementara itu, Firman dari Tim Evaluasi APBI tekankan bahwa pembangunan budaya integritas membutuhkan komitmen nyata seluruh jajaran, baik dalam pelaksanaan tugas maupun pemberian pelayanan publik.
“Integritas tidak hanya tercermin dalam pemenuhan administrasi, tetapi juga harus diwujudkan melalui perilaku aparatur, inovasi berkelanjutan, serta pelayanan publik yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ungkap Firman.
Seluruh peserta ikuti rangkaian evaluasi dengan tertib dan lancar. Hasil evaluasi diharapkan jadi bahan perbaikan berkelanjutan bagi Lapas Tolitoli dalam memperkuat pelaksanaan Zona Integritas dan pembangunan budaya antikorupsi.
Dengan semangat integritas dan kerja sama seluruh jajaran, Lapas Tolitoli terus berupaya mewujudkan pelayanan Pemasyarakatan yang berkualitas, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Tolitoli
What's Your Reaction?


