Lapas Geser Panen 250 Ikat Kangkung Hidroponik, Hasilnya Diminati Masyarakat
Geser, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser panen 250 ikat kangkung hasil budi daya hidroponik di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Senin (2/11). Hasil panen perdana tersebut dapat sambutan positif dari masyarakat yang datang untuk memetik dan membeli sayuran secara langsung.
Pembeli berasal dari berbagai kalangan, di antaranya pegawai Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan Seram Timur, guru SMA Negeri 2 Seram Bagian Timur (SBT), serta masyarakat sekitar. Pegawai Lapas juga turut membeli hasil panen. Sebagian kangkung lainnya diserap untuk memenuhi kebutuhan konsumsi Warga Binaan melalui penyedia bahan makanan (bama).
Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, menyampaikan bahwa budi daya hidroponik di area SAE bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus dukungan terhadap program ketahanan pangan.
“Keberhasilan panen 250 ikat kangkung hidroponik ini bukan sekadar pencapaian kuantitas hasil pertanian, melainkan bukti nyata transformasi Warga Binaan di Lapas Geser. Melalui program kemandirian di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa balik jeruji besi lahir tangan-tangan produktif yang siap berkontribusi pada ketahanan pangan daerah. Apresiasi dan antusiasme masyarakat adalah jembatan emas untuk meruntuhkan stigma negatif membuktikan bahwa pembinaan yang humanis mampu mencetak SDM yang mandiri, bermartabat, dan siap diterima kembali oleh masyarakat,” jelas Nober.
Staf Pembinaan Lapas Geser, Alfin Iksan Ramadhan, menjelaskan bahwa hasil panen perdana tersebut jadi salah satu capaian pembinaan kemandirian di bidang pertanian.
“Sayuran hidroponik, khususnya kangkung cabut ini, membuktikan bahwa Warga Binaan memiliki kapasitas untuk produktif dan menghasilkan pangan berkualitas tinggi. Hasil 250 ikat pada panen perdana ini adalah awal yang sangat baik. Apresiasi langsung dari masyarakat yang datang dan membeli menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi proses pembinaan kami,” ujar Alfin.

Salah satu pembeli, Putu Dianty Dewi, guru SMA Negeri 2 SBT, mengaku terkesan dengan kebersihan lingkungan SAE dan kualitas kangkung yang dihasilkan.
“Jujur saja, ini di luar ekspektasi saya. Kangkung hidroponik hasil budi daya Warga Binaan ini sangat segar, bersih, dan berukuran besar. Kualitasnya jauh lebih baik dan higienis dibandingkan yang biasa kami temui di pasar umum. Program seperti ini mengubah paradigma kami bahwa lapas telah menjadi wadah produktif yang mencetak tenaga terampil,” ungkap Putu.
Apresiasi masyarakat juga dirasakan JR, salah satu Warga Binaan yang terlibat dalam perawatan tanaman. Ia mengaku bangga karena hasil kerjanya mendapat penghargaan dari masyarakat.
“Kami merasa bersyukur dan bangga. Melihat kangkung yang kami tanam dan rawat setiap hari dipuji serta dibeli masyarakat membuat kami merasa dihargai. Ini membuktikan bahwa di dalam sini kami bisa berubah menjadi pribadi yang berguna dan mandiri,” kata JR. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Geser
What's Your Reaction?


