Gara-gara Daya Listrik Terbatas, Kegiatan Lapas Tak Maksimal

Kendal – Memiliki daya listrik yang terbatas, membuat kegiatan harian di Lapas Kelas II A Kendal tidak dapat berjalan secara maksimal. Hal ini membuat Kalapas IIA Kendal, Dwi Agus Setiabudi BcIP SH MH, untuk meminta bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Kendal agar dibantu dalam penambahan arus listrik yang mengalir ke tempatnya. “Daya listrik disini hanya 7.700 Watt saja, padahal idealnya untuk kegiatan standar di Lapas, membutuhkan setidaknya 25.000 Watt arus listrik. Permintaan penambahan daya listrik ini sebenarnya sudah kami ajukan ke DPRD Kendal dan Pemkab, namun belum terealisasi. Mudah-mudahan bisa dilakukan dalam waktu dekat ini,” harapnya. Menurut Agus, permintaan penambahan daya listrik itu disebabkan kegiatan sehari-hari di Lapas menggunakan berbagai peralatan listrik yang cukup banyak. Misalnya saja untuk kepentingan pemenuhan air mandi bagi para Napi, penerangan di lingkungan Lapas, dan kegiatan memasak makanan bagi para Napi. “Belum lagi u

Gara-gara Daya Listrik Terbatas, Kegiatan Lapas Tak Maksimal
Kendal – Memiliki daya listrik yang terbatas, membuat kegiatan harian di Lapas Kelas II A Kendal tidak dapat berjalan secara maksimal. Hal ini membuat Kalapas IIA Kendal, Dwi Agus Setiabudi BcIP SH MH, untuk meminta bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Kendal agar dibantu dalam penambahan arus listrik yang mengalir ke tempatnya. “Daya listrik disini hanya 7.700 Watt saja, padahal idealnya untuk kegiatan standar di Lapas, membutuhkan setidaknya 25.000 Watt arus listrik. Permintaan penambahan daya listrik ini sebenarnya sudah kami ajukan ke DPRD Kendal dan Pemkab, namun belum terealisasi. Mudah-mudahan bisa dilakukan dalam waktu dekat ini,” harapnya. Menurut Agus, permintaan penambahan daya listrik itu disebabkan kegiatan sehari-hari di Lapas menggunakan berbagai peralatan listrik yang cukup banyak. Misalnya saja untuk kepentingan pemenuhan air mandi bagi para Napi, penerangan di lingkungan Lapas, dan kegiatan memasak makanan bagi para Napi. “Belum lagi untuk mengantisipasi para Napi yang kepanasan saat berada di dalam tahanan, setidaknya memerlukan peralatan tambahan seperti kipas angin. Tentu saja ini semua membutuhkan tambahan daya listrik yang lebih besar lagi,” ujarnya. Lapas Kelas II A Kendal sendiri saat ini dihuni oleh 233 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), padahal kapasitasnya hanya diperuntukkan untuk menampung 126 WBP. “Sedangkan untuk petugas di Lapas ini, termasuk saya, berjumlah 51 orang. Sementara untuk petugas jaga terdiri atas empat orang, yang bertugas dengan dibagi menjadi tiga shift kerja,” paparnya. Terpisah, Bupati Kendal, dr Mirna Annisa MSi, saat diminta bantuannya bagi penambahan daya listrik di Lapas IIA Kendal, mengungkapkan, dirinya siap membantu asalkan hal tersebut tidak bertentangan dengan tupoksi yang dimiliki oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum dan HAM). “Saya bisa apa untuk membantu Lapas Kelas II A Kendal? Takutnya ini nanti justru masuk ranah tugas dari Kemenkum dan HAM. Selama tidak bertentangan, tentu akan saya bantu. Misalnya saja menyampaikan permintaan tambahan daya listrik ini ke PLN di Kendal,” ulasnya singkat.(yog) Sumber : Radarpekalongan.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0