HAN 2026, LPKA Muara Bulian Teguhkan Pembinaan Berbasis Keluarga melalui PMP dan Sungkeman Anak Binaan

HAN 2026, LPKA Muara Bulian Teguhkan Pembinaan Berbasis Keluarga melalui PMP dan Sungkeman Anak Binaan

Muara Bulian, INFO_PAS – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Muara Bulian gelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengurangan Masa Pidana (PMP) bagi Anak Binaan, Kamis (23/7). Kegiatan bertema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" ini berlangsung khidmat dan penuh haru di Aula LPKA Muara Bulian, serta menjadi momentum memperkuat komitmen negara dalam memberikan perlindungan, pembinaan, dan pemenuhan hak Anak Berhadapan dengan Hukum.

Kegiatan ini diawali dengan atraksi Marching Band BALA PRAKSHA sebagai salah satu hasil nyata keberhasilan program pembinaan kepribadian dan pengembangan bakat bagi Anak Binaan. Penampilan tersebut menjadi simbol proses pembinaan di LPKA tidak hanya berorientasi pada pembinaan karakter, tetapi juga melahirkan generasi muda yang berprestasi, disiplin, dan percaya diri.

Marching Band BALA PRAKSHA merupakan program pembinaan yang diinisiasi dan dibina langsung oleh Kepala LPKA Muara Bulian, J. Kasogi Surya Fattah. Melalui pembinaan berkesinambungan, Anak Binaan dibekali kemampuan bermusik, kedisiplinan, kerja sama tim, dan tanggung jawab, sehingga menampilkan pertunjukan yang memukau di hadapan para tamu undangan.

Kasogi menyampaikan pada peringatan HAN Tahun 2026, sebanyak 25 Anak Binaan memperoleh PMP. Dari jumlah tersebut, empat Anak Binaan langsung dinyatakan bebas setelah menerima PMP. “Mereka dapat kembali berkumpul bersama keluarga untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik,” terangnya.

Kasogi juga menjelaskan 35 Anak Binaan belum memperoleh PMP dengan berbagai pertimbangan sesuai ketentuan yang berlaku. Rinciannya, terdapat 10 orang belum memenuhi syarat administratif karena belum menjalani masa pidana sekurang-kurangnya tiga bulan dengan predikat berkelakuan baik, 24 orang telah berusia 18 tahun sehingga tidak lagi memenuhi ketentuan sebagai penerima PMP HAN, dan satu orang masih berstatus tahanan sehingga belum memenuhi persyaratan untuk memperoleh hak tersebut.

Selanjutnya, SK PMP HAN diberikan secara simbolis oleh Bupati Batang Hari, M. Fadhil Arief, didampingi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi, Irwan Rahmat. Hadir pula Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Jambi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, instansi vertikal, dan tokoh masyarakat.

"HAN menjadi pengingat bahwa tidak ada anak yang kehilangan harapan. Mereka membutuhkan dukungan, pembinaan, serta kasih sayang agar kembali menjadi generasi yang produktif, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Batanghari mendukung penuh setiap upaya pembinaan yang dilakukan di LPKA Muara Bulian," ungkap Fadhil.

Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas Jambi menegaskan Sistem Pemasyarakatan terhadap anak harus mengedepankan pendekatan yang humanis dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak. "Anak Binaan bukan untuk diberi stigma, melainkan dibimbing agar memiliki kesempatan kedua. Pembinaan berkualitas, dukungan keluarga, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam membentuk masa depan mereka. HAN menjadi momentum untuk memperkuat komitmen tersebut," tegas Irwan.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan prestasi Anak Binaan, kegiatan juga diisi dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang telah diselenggarakan dalam memeriahkan HAN Tahun 2026. Beragam lomba tersebut bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri, sportivitas, kreativitas, dan semangat berkarya selama mengikuti program pembinaan di LPKA.

Suasana haru makin terasa saat digelar prosesi sungkeman Anak Binaan kepada orang tua. Dengan penuh keikhlasan, mereka memohon maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan dan berjanji untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. Tangis haru mewarnai momen tersebut ketika para orang tua memeluk dan memberikan doa serta dukungan kepada putra mereka.

ABS, salah seorang perwakilan Anak Binaan, menyampaikan rasa syukur dan harapannya setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. "Hari ini menjadi momen yang sangat berarti. Kami merasa masih diperhatikan, disayangi, dan diberikan kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Bertemu dan bersujud kepada orang tua membuat kami makin sadar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kami ingin membuktikan bahwa kami bisa menjadi anak yang membanggakan keluarga dan berguna bagi masyarakat," ujarnya.

Melalui peringatan HAN Tahun 2026, LPKA Muara Bulian kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan sistem pembinaan yang mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak, perlindungan hak asasi, pendidikan karakter, dan penguatan peran keluarga sebagai bagian penting dari proses reintegrasi sosial. Sinergi antara pemerintah, Aparat Penegak Hukum, masyarakat, dan keluarga diharapkan menghadirkan masa depan yang lebih cerah bagi setiap Anak Binaan sebagai generasi penerus bangsa. (IR)

 

Kontributor: LPKA Muara Bulian

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0