Ibadah bersama Kemenag Tabalong Jadi Sarana Refleksi Diri Warga Binaan Lapas Tanjung
Tanjung, INFO_PAS – Pemenuhan hak beribadah jadi bagian penting dalam pembinaan kepribadian Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung. Melalui ibadah Kristen di Ruang Kesatuan Pengamanan dan Perawatan (Keswat), Warga Binaan Nasrani ikuti pelayanan rohani bersama Tim Pelayanan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tabalong yang dipimpin Murni, Kamis (15/10).
Ibadah berlangsung dengan rangkaian pujian, doa bersama, pembacaan firman Tuhan, dan penyampaian pesan rohani oleh Pendeta Chrissel. Kegiatan ini beri kesempatan kepada peserta untuk beribadah sekaligus merenungkan pengalaman hidup dan nilai-nilai yang dapat diterapkan selama menjalani masa pembinaan.
Staf Pembinaan Lapas Tanjung, Lutfi, menjelaskan bahwa pembinaan kerohanian jadi salah satu upaya mendukung perkembangan kepribadian Warga Binaan sesuai keyakinan masing-masing. Kesempatan beribadah juga diharapkan membantu mereka membangun kebiasaan positif dan memperbaiki diri.
“Kami ingin setiap Warga Binaan mendapatkan kesempatan menjalankan ibadah sesuai agamanya. Harapannya, mereka bisa mengambil pelajaran dari setiap pembinaan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Lutfi.
Pendeta Chrissel dari Tim Pelayanan Kemenag Kabupaten Tabalong ajak Warga Binaan untuk tetap memiliki harapan dan berusaha menjalani kehidupan dengan lebih baik. Ia mengingatkan peserta agar menjadikan firman Tuhan sebagai bahan perenungan untuk menghadapi tantangan, mengendalikan sikap, dan membangun hubungan yang lebih baik dengan sesama.
“Jangan berhenti memperbaiki diri hanya karena pernah melakukan kesalahan. Gunakan waktu yang ada untuk belajar, memperkuat iman, dan membangun kebiasaan yang baik. Setiap orang memiliki kesempatan untuk bertumbuh dan menjalani kehidupan dengan lebih baik,” tutur Chrissel.
Salah satu Warga Binaan, Naparin, mengaku bersyukur dapat mengikuti ibadah bersama tim pelayanan. Menurutnya, pesan rohani yang disampaikan jadi pengingat untuk menjaga keyakinan dan menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan melakukan introspeksi.
“Ibadah ini mengingatkan saya supaya lebih sabar, tidak mudah menyerah, dan terus memperbaiki diri. Saya berharap bisa membawa perubahan baik dalam kehidupan saya ke depannya,” ungkap Naparin.
Lapas Tanjung terus dukung pembinaan kepribadian melalui pelayanan kerohanian yang menghormati hak Warga Binaan untuk beribadah sesuai agama dan keyakinannya. Kerja sama dengan Tim Pelayanan Kemenag Kabupaten Tabalong diharapkan dapat mendukung perkembangan spiritual Warga Binaan sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Tanjung
What's Your Reaction?


