Ibadah Rohani di Lapas Tanjung Tanamkan Sikap Bersyukur pada Warga Binaan
Tanjung, INFO_PAS – Suasana khidmat menyelimuti ruang kesatuan pengamanan dan perawatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung saat Warga Binaan bersama peserta magang mengikuti ibadah keagamaan Kristen, Kamis (12/3). Ibadah ini menjadi pembinaan kerohanian yang rutin dilaksanakan guna membentuk karakter positif dan memperkuat nilai spiritual Warga Binaan.
Staf Pembinaan Lapas Tanjung, M. Lutfi Mushab, menyampaikan pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku positif Warga Binaan. Menurutnya, kegiatan keagamaan menjadi sarana refleksi diri sekaligus memperkuat mental spiritual selama menjalani masa pembinaan.
“Kami berharap Warga Binaan menumbuhkan rasa syukur dan semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Pembinaan rohani adalah bagian penting dalam proses pemasyarakatan agar mereka siap kembali ke masyarakat,” harap Lutfi.
Kegiatan tersebut menghadirkan Pendeta Chrissel dari Gereja Pantekosta di Indonesia dan Murni dari tim pelayanan Kementerian Agama Kabupaten Tabalong sebagai pemateri. Dalam penyampaian firman, para pemateri mengajak Warga Binaan untuk belajar menerima keadaan dengan hati yang penuh syukur serta membangun kehidupan yang lebih baik melalui iman dan sikap rendah hati.
Pendeta Chrissel menekankan rasa cukup dan bersyukur merupakan kunci untuk menjalani kehidupan dengan damai. “Kita jangan terjebak pada masa lalu. Jadikannya sebagai pembelajaran untuk memperbaiki diri dan menatap masa depan dengan harapan,“ pesannya.
Salah seorang Warga Binaan, Rudiyat, bersyukur dapat mengikuti ibadah tersebut. Pesan yang disampaikan pemateri memberikan penguatan bagi dirinya untuk tetap bersyukur dan tidak menyerah dalam menjalani kehidupan.
“Dari ibadah ini, saya belajar bahwa apa pun keadaan kita harus tetap bersyukur. Pesan ini memberi saya kekuatan untuk menjalani masa pembinaan dengan lebih sabar dan berharap menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat,” ungkap Rudiyat.
Melalui pembinaan kerohanian ini, Lapas Tanjung terus berupaya membangun karakter Warga Binaan agar memiliki nilai spiritual, sikap positif, dan kesiapan untuk kembali berperan di tengah masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak nyata bagi perubahan perilaku Warga Binaan serta memperkuat hubungan harmonis antara Lapas dan masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Tanjung
What's Your Reaction?


