Ikuti Kristus dengan Setia,Warga Binaan Lapas Banjarmasin Ikuti Ibadah GPIB Maranatha

Ikuti Kristus dengan Setia,Warga Binaan Lapas Banjarmasin Ikuti Ibadah GPIB Maranatha

Banjarmasin, INFO_PAS – Warga Binaan Kristiani Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin ikuti kegiatan ibadah yang dilayani oleh Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Maranatha, Senin (16/3), di Gereja Oikumene Lapas. Selain Warga Binaan, kegiatan juga dihadiri  Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin sebagai bagian dari program pembinaan kerohanian rutin.

Ibadah berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh penghayatan, diawali dengan pujian dan penyembahan, dan dilanjutkan dengan penyampaian khotbah.

Ibadah dipimpin oleh Pdt. Tiara Al Zamzami Setianingrum, S.Th, yang membawakan firman Tuhan dari Kitab Perjanjian Baru Lukas 9:23–27. Dalam khotbahnya, ia mengajak seluruh jemaat untuk memahami makna sejati dalam mengikut Kristus, yakni dengan menempatkan Tuhan di atas segala kepentingan pribadi serta berani menanggung konsekuensi dari iman yang dimiliki.

Melalui perenungan tersebut, jemaat diingatkan untuk hidup setia dalam iman, tidak hanya melalui perkataan tetapi juga melalui tindakan nyata yang membawa dampak bagi kemuliaan Tuhan.

Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, Erik Simanjuntak, menyampaikan bahwa kegiatan ibadah ini menjadi sarana penting bagi Warga Binaan untuk memperkuat iman dan memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

“Melalui renungan firman Tuhan hari ini, kita diajak menjadikan firman sebagai pedoman utama dalam mengambil keputusan dan terus belajar melayani sesama dengan kasih,” ujarnya.

Salah satu Warga Binaan, Dior, mengungkapkan bahwa ibadah tersebut memberinya motivasi untuk terus memperbaiki diri dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

“Renungan hari ini mengingatkan saya untuk mengalahkan rasa malas dalam beribadah dan lebih mengutamakan Tuhan dibandingkan kenyamanan pribadi. Saya juga belajar untuk meninggalkan kebiasaan buruk yang tidak sesuai dengan kehendak Allah,” tuturnya.

Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan agar memiliki pegangan moral dan spiritual selama menjalani masa pidana.

“Pembinaan keagamaan menjadi salah satu sarana bagi Warga Binaan untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta membangun karakter yang lebih baik sehingga ketika kembali ke masyarakat nantinya mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih positif,” ungkapnya.

Kegiatan seperti ini diharapkan mampu memperkuat iman, membangun karakter, dan mendorong semangat Warga Binaan untuk menjalani hidup yang lebih baik di masa depan. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0