Jaga Stabilitas Psikologis Warga Binaan, Rutan Majene Gelar Survei Kesehatan Mental
Majene, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene gelar survei kesehatan mental bagi Warga Binaan sebagai pemantauan kondisi psikologis sekaligus perhatian terhadap kesehatan mental di lingkungan Pemasyarakatan, Selasa (12/5). Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi kondisi emosional dan psikologis Warga Binaan guna mendukung terciptanya lingkungan hunian yang sehat dan kondusif.
Kepala Rutan Majene, Christy Jozef Thenu, menjelaskan kesehatan mental merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam proses pembinaan Warga Binaan. “Kami tidak hanya fokus pada pembinaan fisik dan keterampilan, tetapi juga memperhatikan kondisi mental Warga Binaan agar tetap sehat dan stabil selama menjalani masa pembinaan,” jelasnya.
Christy menegaskan kegiatan tersebut juga menjadi langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan psikologis yang dapat dialami Warga Binaan. “Melalui survei ini, kami berharap kondisi kesehatan mental Warga Binaan terus terpantau sehingga penanganan maupun pendampingan dapat dilakukan secara tepat,” harapnya.
Petugas kesehatan Rutan Majene, Fitri, menuturkan Warga Binaan mengikuti kegiatan dengan cukup terbuka dan kooperatif. “Sebagian besar Warga Binaan bersedia menjawab pertanyaan yang diberikan dan menyampaikan kondisi yang mereka rasakan selama berada di Rutan,” tuturnya.
Fitri menjelaskan survei kesehatan mental penting dilakukan secara berkala untuk mengetahui perkembangan kondisi psikologis Warga Binaan. “Pemantauan seperti ini membantu kami dalam memberikan pendekatan dan pelayanan kesehatan yang lebih tepat sesuai kebutuhan Warga Binaan,” jelasnya.
Kegiatan ini juga melibatkan peserta praktik lapangan pendidikan profesi Ners Universitas Sulawesi Barat. Pemberian survei dilaksanakan dengan melakukan wawancara dan pengisian lembar penilaian kesehatan mental secara langsung kepada Warga Binaan.
Salah seorang peserta praktik lapangan, Nurul Permatasari, menuturkan kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam memahami kesehatan mental di lingkungan Pemasyarakatan. “Kegiatan ini memberikan kami pemahaman bahwa kesehatan mental Warga Binaan juga perlu mendapatkan perhatian yang serius. Kami belajar melakukan pendekatan dan pengkajian langsung di lapangan,” tuturnya.
Nurul berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di lingkungan Pemasyarakatan. “Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan agar kami memperoleh pengalaman praktik yang lebih luas dan pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan juga makin optimal,” harapnya. (IR)
Kontributor: Rutan Majene
What's Your Reaction?


