Jelang Penerimaan Sakramen Krisma, 56 Warga Binaan Lapas Atambua Ikuti Gladi Rohani

Jelang Penerimaan Sakramen Krisma, 56 Warga Binaan Lapas Atambua Ikuti Gladi Rohani

Atambua, INFO_PAS – Jelang penerimaan Sakramen Krisma, 56 Warga Binaan Katolik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua ikuti gladi dan pembekalan rohani di Kapela Lapas, Kamis (8/10). Kegiatan ini jadi persiapan teknis dan mental sebelum mereka menerima Sakramen Krisma yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (10/10).

Rangkaian kegiatan hari pertama diisi dengan pengecekan peserta oleh Tim Penyuluh Agama, pemaparan materi Human Dignity (Martabat Manusia) oleh Pastor Paroki Tukuneno, Rm. Servasius Naben, Pr., serta pendalaman materi Krisma oleh Tim Puspas. Kegiatan dilanjutkan dengan gladi bagi petugas liturgi, termasuk misdinar, penutur kesaksian, dan pelantun doa spontan, yang didampingi Tim Puspas bersama Penyuluh Agama.

Yohanis Aluman, pegawai pembina kerohanian Lapas Atambua, mengapresiasi kelancaran dan antusiasme para Warga Binaan sepanjang pembekalan. "Kami sangat bersyukur melihat antusiasme para Warga Binaan dalam mengikuti seluruh rangkaian persiapan Krisma ini. Terlebih lagi, mereka telah mengikuti pembinaan kerohanian ini secara rutin selama tiga bulan terakhir. Pembinaan rohani yang diberikan langsung oleh pihak Kemenag dan para pastor sangat membantu mereka mendalami iman serta mempersiapkan diri dengan baik. Harapan kami, momentum ini menjadi titik balik bagi mereka untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik ke depannya," ujar Yohanis.

Kepala Lapas (Kalapas) Atambua, Antonio Da Costa, tegaskan dukungan Lapas Atambua terhadap pembinaan kepribadian berbasis kerohanian melalui kerja sama lintas instansi. Menurutnya, pembinaan mental dan spiritual jadi salah satu fondasi untuk menyiapkan Warga Binaan agar dapat kembali berintegrasi secara positif di tengah masyarakat.

"Kami senantiasa memberikan ruang dan dukungan penuh terhadap setiap kegiatan pembinaan keagamaan di Lapas Atambua. Kami berharap melalui penerimaan Sakramen Krisma ini, para Warga Binaan dapat semakin menguatkan iman kekatolikan mereka, membangun karakter yang luhur, serta mempersiapkan diri secara mental dan spiritual untuk kembali berkumpul bersama keluarga dan masyarakat luas," tutur Antonio.

Rangkaian persiapan rohani masih berlanjut pada Jumat (9/10) dengan agenda ibadat tobat, penerimaan Sakramen Pengakuan Dosa, dan gladi bersih. Puncaknya, Misa penerimaan Sakramen Krisma pada Sabtu (10/10) akan dipimpin langsung oleh Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr.

Dengan pembinaan yang konsisten, Lapas Atambua berharap momentum ini dapat mendorong perubahan positif bagi Warga Binaan dalam menjalani masa pidana hingga kembali ke tengah masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Atambua

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0