Jumat Takwa di Lapas Banjarmasin, Warga Binaan Lantunkan Maulid dan Perkuat Istikamah

Jumat Takwa di Lapas Banjarmasin, Warga Binaan Lantunkan Maulid dan Perkuat Istikamah

Banjarmasin, INFO_PAS — Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Baabut Taqwa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin dalam kegiatan Jumat Takwa, Jumat (27/3),. Kegiatan kali ini dirangkai dengan pembacaan Maulid Simtudduror dan lantunan syair-syair religi oleh Warga Binaan yang menggema pelan namun dalam—seperti doa yang tak ingin cepat selesai.

Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan kegiatan keagamaan seperti ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan mental dan spiritual Warga Binaan. “Jumat Takwa bukan sekadar rutinitas, tapi ruang untuk memperkuat hati. Kami ingin Warga Binaan tidak hanya menjalani ibadah saat momen tertentu, tapi mampu menjaga nilai-nilai itu dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Senada, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik, Gilang Wisnuwardhana, menegaskan pembinaan kepribadian menjadi fondasi penting dalam membentuk perubahan yang berkelanjutan. “Kami dorong Warga Binaan untuk menjadikan momen seperti ini sebagai titik balik. Bukan hanya mendengar, tapi mengamalkan, karena perubahan lahir dari kesadaran, bukan paksaan,” jelasnya.

Usai pembacaan maulid, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah oleh Ustaz Misran dari Kementerian Agama Kota Banjarmasin. Ia menekankan nilai utama Ramadan bukan hanya terletak pada ibadah selama satu bulan, tetapi kemampuan menjaga hasilnya setelah bulan suci berlalu.

“Ramadan itu proses membersihkan hati, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga kebersihan itu setelahnya. Jangan sampai hati yang sudah kita rawat kembali kotor karena kebiasaan lama,” pesannya.

Ustaz Misran mengingatkan hal-hal sederhana, seperti menjaga salat tepat waktu, mengontrol lisan, dan meluangkan waktu untuk refleksi diri menjadi kunci menjaga istikamah. "Tidak perlu perubahan besar yang instan, cukup langkah kecil yang konsisten. Yang bernilai bukan yang besar sesaat, tapi yang kecil dan terus dilakukan,” tambahnya.

Salah satu Warga Binaan berinisial IL turut merasakan dampak dari kegiatan tersebut. Ia tersentuh dengan pesan yang disampaikan dalam tausyiah.

“Dulu saya sering lalai. Setelah ikut kegiatan seperti ini, saya jadi lebih sadar. Ternyata yang sulit itu bukan memulai, tapi menjaga. Pelan-pelan saya belajar istikamah,” tutur IL.

Jumat Takwa hari itu bukan hanya tentang lantunan syair dan kata-kata. Ia menjadi pengingat sunyi bahwa perjalanan memperbaiki diri tidak selesai di satu bulan, tapi terus berjalan—pelan, konsisten, dan penuh harap. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0