Kanwil Ditjenpas Jateng Gandeng Undip Kembangkan Desalinasi di Nusakambangan
Semarang, INFO_PAS – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah sepakati Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Pengelola Kampus Jepara (BPKJ) Universitas Diponegoro (Undip) dalam pengembangan unit desalinasi dan pembuatan garam terintegrasi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu Nusakambangan, Selasa (21/4). PKS tersebut ditandatangani oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso, dan Kepala BPKJ Undip, I Nyoman Widiasa, sebagai langkah strategis dalam mendukung penyediaan air bersih sekaligus pengembangan program pembinaan berbasis kemandirian di lingkungan Pemasyarakatan.
Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan solusi pemenuhan kebutuhan air bersih dan air minum di Lembaga Pemasyarakata Kelas I Batu Nusakambangan melalui pembangunan unit desalinasi. Selain itu, air buangan (brine) dari proses desalinasi akan dimanfaatkan untuk produksi garam secara terintegrasi.
Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi penyusunan desain teknis unit desalinasi, proses pabrikasi dan pemasangan, hingga pengujian dan operasionalisasi sistem. Tak hanya itu, kerja sama ini juga mencakup pelatihan teknis bagi petugas serta keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pengembangan teknologi tersebut.
Dalam implementasinya, Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah akan menyediakan sarana dan prasarana pendukung, termasuk infrastruktur sipil, sumber listrik, dan kebutuhan operasional di lapangan. Sementara itu, Undip bertanggung jawab dalam perancangan, pembangunan, hingga pendampingan teknis keberlanjutan sistem desalinasi.
Mardi menyampaikan kerja sama ini merupakan komitmen Pemasyarakatan dalam menghadirkan inovasi berbasis kebutuhan riil di lapangan. “Pemenuhan kebutuhan air bersih di Nusakambangan menjadi prioritas. Melalui kerja sama ini, kami tidak hanya menghadirkan solusi teknis, tetapi juga membuka ruang pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui kegiatan produktif, seperti pembuatan garam,” ujarnya.
Selaku Kepala BPKJ Undip, I Nyoman Widiasa menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung pengembangan teknologi aplikatif dan berkelanjutan. “Kami melihat kerja sama ini sebagai bentuk nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. Teknologi desalinasi yang dikembangkan diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan air bersih, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui integrasi produksi garam,” ungkapnya.
Melalui sinergi ini, diharapkan tidak hanya mampu menjawab kebutuhan dasar air bersih di Nusakambangan, tetapi juga membuka peluang pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui kegiatan produktif. Langkah kolaboratif ini sekaligus menjadi wujud integrasi antara institusi pemasyarakatan dan perguruan tinggi dalam mendorong inovasi teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan mendukung program pembinaan berkelanjutan di lingkungan Pemasyarakatan. (IR)
Kontributor: Kanwil Ditjenpas Jateng
What's Your Reaction?


