Kanwil Ditjenpas Papua Barat Perkuat Sinergi P4GN dengan BNNP Papua Barat
Manokwari, INFO_PAS – Komitmen dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini dibuktikan lewat koordinasi Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua Barat sebagai langkah strategis memperkuat implementasi program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.
Pada Kamis (2/7), Kepala Kanwil Ditjenpas Papua Barat, I Putu Murdiana, lakukan audiensi dengan Kepala BNNP Papua Barat, Reeza Herasbudi. Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat sinergi antara dua institusi negara yang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Dalam audiensi tersebut, kedua belah pihak membahas langkah-langkah konkret untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program P4GN melalui penguatan koordinasi, edukasi, pertukaran data dan informasi, serta pelaksanaan screening narkotika secara berkala bagi petugas maupun Warga Binaan. Upaya ini merupakan strategi deteksi dini guna mencegah masuknya narkotika ke lingkungan Pemasyarakatan di Papua Barat.
Putu menjelaskan sebagai instansi yang menjalankan fungsi pembinaan terhadap Warga Binaan, pemberantasan narkotika tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga melalui penguatan sistem pengawasan, pembinaan karakter, edukasi berkelanjutan, serta kolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum dan seluruh pemangku kepentingan. Ia menegaskan keberhasilan pemberantasan narkotika di lingkungan Pemasyarakatan hanya dapat dicapai melalui kerja sama solid dan berkelanjutan.
"Pemasyarakatan tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Karena itu, sinergi dengan BNNP menjadi langkah strategis untuk memperkuat deteksi dini, meningkatkan pertukaran informasi, dan memastikan pelaksanaan screening narkotika berjalan secara berkala. Tujuan akhirnya adalah menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang aman, bersih dari narkoba, dan mampu melaksanakan pembinaan secara optimal demi mewujudkan reintegrasi sosial Warga Binaan," tegas Putu.
Selaku Kepala BNNP Papua Barat, Reeza Herasbudi, menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama dengan jajaran Ditjenpas dalam pelaksanaan program P4GN. "Kami siap mendukung penuh upaya Ditjenpas lakukan screening narkotika, edukasi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam membangun lingkungan Pemasyarakatan yang bersih dari narkoba dan memberikan rasa aman bagi masyarakat," ungkapnya.
Kolaborasi ini juga menjadi implementasi kebijakan nasional dalam mewujudkan zero handphone, pungutan liar, dan narkoba di seluruh satuan kerja Pemasyarakatan. Selain penguatan pengamanan, kerja sama dengan BNNP diharapkan meningkatkan kualitas pembinaan sehingga Warga Binaan terbebas dari pengaruh narkotika dan lebih siap kembali menjalani kehidupan yang produktif setelah menjalani masa pidana.
Sinergi antara Pemasyarakatan dan BNNP Papua Barat diharapkan menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi lintas sektor mampu memperkuat sistem pembinaan, meningkatkan keamanan lingkungan Pemasyarakatan, dan melindungi masyarakat dari bahaya narkotika. Dengan dukungan seluruh elemen bangsa, Pemasyarakatan akan terus bertransformasi menjadi institusi profesional, humanis, dan berdampak dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba. (IR)
Kontributor: Kanwil Ditjenpas Pabar
What's Your Reaction?


