Kebaikan sebagai Penghapus Dosa, Majelis Taklim Al-Hijrah Lapas Batulicin Angkat Keutamaan Amal Saleh

Kebaikan sebagai Penghapus Dosa, Majelis Taklim Al-Hijrah Lapas Batulicin Angkat Keutamaan Amal Saleh

Batulicin, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin melalui Majelis Taklim Al-Hijrah gelar kajian keagamaan tentang keutamaan amal saleh sebagai penghapus dosa, Jumat (9/10). Kajian ini mengajak Warga Binaan memahami pentingnya memperbanyak kebaikan sebagai ikhtiar memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, menilai kajian keagamaan menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus merefleksikan perjalanan hidup. Pemahaman tentang keutamaan amal saleh dapat mendorong perubahan perilaku yang lebih baik selama menjalani pembinaan.

“Kami berharap materi ini tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan agama, tetapi juga diterapkan melalui kebiasaan sehari-hari. Memperbaiki sikap, menjaga ibadah, dan berbuat baik kepada orang lain merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan Warga Binaan dalam proses memperbaiki diri,” jelas Harry.

Kegiatan berlangsung di Masjid At-Taubah Lapas Batulicin itu menghadirkan Ustaz Khaidir Akbar dari Kementerian Agama sebagai pemateri. Warga Binaan mengikuti kajian dengan khusyuk dan penuh penghayatan saat menyimak penjelasan mengenai hubungan antara taubat, amal saleh, dan upaya memperoleh ampunan Allah Swt.

Dalam penyampaiannya, Ustaz Khaidir Akbar menjelaskan manusia tidak luput dari kesalahan, tetapi selalu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri melalui taubat yang sungguh-sungguh. Salah satu bentuk kesungguhan tersebut adalah memperbanyak amal saleh, seperti menjaga salat, membaca Al-Qur’an, bersedekah, membantu sesama, berkata jujur, dan menjauhi perbuatan yang merugikan orang lain. Pesan tersebut sejalan dengan ajaran Islam dalam Surah Hud ayat 114 yang menerangkan perbuatan-perbuatan baik dapat menghapus kesalahan-kesalahan.

“Kami ajak Warga Binaan untuk menjadikan kebaikan bukan hanya sebagai amalan sesaat, melainkan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari,” ajak Ustaz Khaidir.

Salah seorang Warga Binaan, S, mendapatkan pengingat penting bahwa kesempatan untuk memperbaiki diri selalu terbuka selama seseorang memiliki kemauan untuk berubah. Ia berharap ilmu yang diperoleh dari kajian membantunya menjaga perilaku dan lebih tekun melakukan kebaikan.

“Dari kajian ini saya diingatkan bahwa kesalahan di masa lalu tidak seharusnya membuat kita berhenti berusaha menjadi lebih baik. Saya ingin lebih menjaga ibadah, memperbaiki sikap, dan membiasakan diri berbuat baik agar perubahan itu benar-benar terlihat dalam kehidupan saya,” ungkap S.

Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, memandang pembinaan keagamaan sebagai salah satu bagian penting dalam membangun kesadaran diri dan memperkuat nilai moral Warga Binaan. Ia berharap pesan yang disampaikan dalam kajian menjadi dorongan untuk menjalani perubahan secara sungguh-sungguh dan berkelanjutan.

“Perbaikan diri dimulai dari kesadaran untuk mengakui kesalahan dan kemauan untuk memperbaikinya. Semoga kajian ini menguatkan tekad Warga Binaan untuk terus beramal saleh, menjaga perilaku, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Thoha.

Melalui kajian Majelis Taklim Al-Hijrah, Warga Binaan diharapkan makin memahami bahwa amal saleh perlu diwujudkan melalui ibadah, perilaku terpuji, dan kepedulian terhadap sesama. Pemahaman tersebut menjadi bekal spiritual untuk menjalani pembinaan sekaligus membangun kebiasaan baik yang dapat dipertahankan setelah kembali ke masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Batulicin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0