Kembangkan Budidaya Maggot, Rutan Majene Dorong Ketahanan Pangan dan Pembinaan Produktif Warga Binaan
Majene, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene terus kembangkan berbagai kegiatan produktif sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan keterampilan Warga Binaan. Salah satu upaya yang kini dikembangkan adalah budidaya maggot dengan melibatkan peserta magang dan Warga Binaan dalam pelaksanaan kegiatannya.
Budidaya maggot menjadi salah satu bentuk pemanfaatan potensi yang ada untuk mendukung pengelolaan lingkungan dan pengembangan sektor produktif di lingkungan Rutan. Maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF) memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber pakan alternatif berprotein tinggi, khususnya dalam mendukung kegiatan budidaya perikanan di Rutan Majene.
Pembina Kemandirian, Munardi Sakti, menjelaskan pengembangan budidaya maggot merupakan salah satu langkah untuk menghadirkan kegiatan pembinaan yang memiliki nilai manfaat dan potensi keberlanjutan. Selain berpeluang mendukung kebutuhan pakan ikan, budidaya ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan dalam mengembangkan keterampilan produktif.
“Budidaya maggot ini kami kembangkan sebagai salah satu alternatif yang dapat mendukung kegiatan ketahanan pangan di Rutan Majene. Kami ingin Warga Binaan tidak hanya terlibat dalam proses budidaya, tetapi juga memahami manfaatnya, mulai dari pengelolaan media hingga pemanfaatannya sebagai pakan alternatif. Harapannya, kegiatan ini terus dikembangkan dan memberikan nilai tambah,” harap Munardi, Senin (26/10).
Salah satu Warga Binaan, Bakri, mengungkapkan budidaya maggot memberikan pengalaman baru sekaligus kesempatan untuk mempelajari keterampilan yang bermanfaat. “Kami bisa belajar hal baru dan mengetahui bagaimana maggot dapat dibudidayakan dan dimanfaatkan sebagai pakan ikan. Kami berharap keterampilan yang diperoleh di sini menjadi bekal dan bermanfaat ketika kembali ke masyarakat nanti,” ungkapnya,
Secara terpisah, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Nasruddin, menyampaikan kegiatan pembinaan kemandirian perlu terus dikembangkan melalui aktivitas yang produktif, edukatif, dan memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk meningkatkan kemampuan diri. “Kami mendukung pengembangan kegiatan seperti budidaya maggot karena memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, berpartisipasi, dan membangun tanggung jawab melalui kegiatan yang positif. Pembinaan tidak hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan Warga Binaan agar memiliki keterampilan dan mampu kembali beradaptasi di tengah masyarakat,” tuturnya.
Keterlibatan peserta magang dan Warga Binaan dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dari proses pembelajaran secara langsung. Melalui praktik budidaya, mereka memperoleh pengalaman mengenai pemeliharaan maggot, pengelolaan media, dan pemanfaatan hasil budidaya secara tepat.
Melalui kegiatan ini, Rutan Majene berkomitmen untuk terus mendorong pelaksanaan pembinaan yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan keterampilan Warga Binaan. Sinergi antara petugas, peserta magang, dan Warga Binaan diharapkan mengembangkan budidaya maggot menjadi kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan Pemasyarakatan. (IR)
Kontributor: Rutan Majene
What's Your Reaction?


