Lapas Banjarmasin Kembangkan Keterampilan Warga Binaan lewat Produksi Camilan Akar Pinang

Lapas Banjarmasin Kembangkan Keterampilan Warga Binaan lewat Produksi Camilan Akar Pinang

Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin bekali Warga Binaan dengan keterampilan mengolah bahan pangan jadi produk bernilai jual melalui produksi camilan akar pinang. Sebanyak empat Warga Binaan ikuti kegiatan didampingi Petugas Seksi Kegiatan Kerja, Aulia Rizki Utami, Rabu (28/10).

Dalam produksi kali ini, empat Warga Binaan berinisial S, B, MD, dan M hasilkan 30 bungkus camilan akar pinang. Adonan dibuat menggunakan 21 butir telur ayam, 1,5 kilogram tepung kedelai, 250 gram keju, tiga sendok makan gula, serta garam, dan penyedap rasa.

Camilan ini dinamai akar pinang karena bentuknya memanjang menyerupai akar pinang. Produk tersebut dipasarkan melalui stan UMKM Warga Binaan saat layanan kunjungan. Camilan ini diminati konsumen dari lingkungan internal maupun pengunjung Lapas.

Petugas Seksi Giatja, Aulia Rizki Utami, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan sejak persiapan bahan hingga pembentukan camilan agar Warga Binaan memahami setiap tahapan produksi.

“Kami mendampingi Warga Binaan mulai dari menyiapkan bahan, mengolah adonan, hingga membentuk camilan akar pinang. Dalam prosesnya, kami memberikan arahan agar setiap tahapan dilakukan dengan baik dan hasilnya sesuai harapan. Kami berharap melalui pendampingan ini, Warga Binaan semakin terampil dan mampu menghasilkan produk yang bisa diminati konsumen,” ujarnya.

Kepala Seksi Giatja, Bagus Paras Etika, menyampaikan bahwa kegiatan produksi ini jadi sarana bagi Warga Binaan untuk mengasah keterampilan sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi.

“Kami terus mendorong kegiatan kerja yang dapat mengasah keterampilan Warga Binaan melalui proses produksi secara langsung. Produk camilan akar pinang ini jadi salah satu bentuk pengembangan usaha yang dapat terus ditingkatkan, baik dari segi kualitas maupun pemasarannya. Dengan begitu, warga binaan memiliki pengalaman dan keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Salah seorang Warga Binaan, S, mengaku senang terlibat dalam pembuatan camilan akar pinang. Kegiatan ini memberinya pengalaman mengolah bahan menjadi produk yang dapat dijual.

“Senang bisa ikut membuat camilan ini. Kami belajar mulai dari menyiapkan bahan sampai membentuk adonannya. Apalagi hasilnya bisa dijual dan banyak yang berminat. Mudah-mudahan kami bisa terus belajar supaya makin terampil,” ungkap S.

Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian diarahkan untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang bermanfaat setelah menjalani masa pembinaan.

“Kami berkomitmen memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan produktif. Harapannya, keterampilan yang mereka pelajari tidak hanya menghasilkan produk bernilai ekonomi selama berada di Lapas, tetapi juga menjadi bekal untuk membangun usaha dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” tutur Akhmad.

Lapas Banjarmasin dorong pengembangan produk UMKM sekaligus bekali Warga Binaan dengan keterampilan produksi dan pengalaman mengenal respons konsumen melalui pemasaran saat layanan kunjungan. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0